Uang Koin Menentukan Kemenangan dalam Turnamen Daha Cup II

Posted on

Uang Koin Menentukan Kemenangan dalam Turnamen Daha Cup II – TURNAMEN bola mini dan bola dangdut Daha Cup II, Jumat sore 10 Juli 2020, kembali tersaji. Dimana pertandingan kali ini, mempertemukan kesebelasan Gang Ompu Pa dusun Tolo Rodi yang berhadapan dengan Pemuda Baper dusun Asi Peke. Kesebelasan Gang Ompu Pa mengenakan kostum orange Persija Jakarta, sedangkan tim Pemuda Baper memakai jersei warna hitam bergaris putih.

Uang Koin Menentukan Kemenangan dalam Turnamen Daha Cup II

Ketika memasuki lapangan, kedua kesebelasan berjalan memutar arah dengan menyusuri pinggir lapangan. Dengan membawa bendera merah putih sebagai lambang kesucian dan keberanian tim. Sebelum pertandingan benar-benar dilangsungkan, kedua kesebelasan melakukan sesi foto bersama tim dan ofisial. Kemudian setelah itu, wasit utama yang di pimpin oleh Erwin memberikan pengarahan kepada kedua kesebelasan.

Dengan harapan memahami segala hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pertandingan berlangsung. Menariknya pertandingan kali ini, kedua kesebelasan sama-sama memiliki pemain yang berpostur yang hampir sama. Baik tinggi badan, dan pola permainannya. Dimana, sepanjang pertandingan berlangsung, kedua kesebelasan mampu memberikan hiburan kepada penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan.

Dimana sepanjang laga, baik kesebelasan Gang Ompu Pa maupun Pemuda Baper menggunakan pola yang sama dalam permainannya. Karena dimana ada bola di situ di kejar bersama-sama, lalu ditendang kadang salah arah. Pemain kedua kesebelasan yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, masih sulit di arahkan ofisialnya.

Beberapa kali ofisialnya di pinggir lapangan berteriak untuk mengatur posisi pemainnya. Di babak pertama, kedua kesebelasan berjalan imbang dan tak ada yang bisa menceploskan si kulit bundar ke jala lawan. Namun, bukan berarti tanpa peluang, tapi karena pertahanan yang diperagakan kedua kesebelasan begitu disiplin, sehingga sebelum turun minum kedua tim sama-sama imbang.

Kedua Kesebelasan Kembali Memperagakan Permainan Yang Hampir Sama

Mengejar bola dengan cara dikerumuni, tanpa mengetahui posisinya masing-masing. Namun, sekali lagi, justru itu yang membuat para penonton tersenyum, tertawa terpingkal-pingkal. Ternyata kedua kesebelasan kembali sama-sama kuat di babak kedua, dan akhirnya kemenangan ditentukan lewat drama adu penalti. Naas bagi kesebelasan Pemuda Baper, karena semua penendang yang diberikan kepercayaan untuk menjadi algojo lewat drama adu penalti, semuanya gagal menuntaskan harapan tim.

Sedangkan bagi kesebelasan Gang Ompu Pa, ketiga pemainnya berhasil menceploskan si kulit bundar, dengan mengecoh penjaga gawang lawan. Kedudukan akhir, dewi fortuna memberikan kemenangan pada kesebelasan Gang Ompu Pa, dan mereka berhasil melangkah pada partai berikutnya. Kita akan tunggu sepak terjang kesebelasan Gang Ompu Pa di partai berikutnya. Mampukah mereka menumbangkan lawan-lawannya, sangat patut kita tunggu.

Beberapa saat kemudian kembali partai kedua tersaji di lapangan desa Daha, lewat bola Dangdut yang mempertemukan kesebelasan Kamori Ma Made dengan Mori Wali. Kedua kesebelasan turun dengan kekuatan penuh, karena terlihat pemain-pemain kedua kesebelasan di huni oleh pemain-pemain yang terbiasa mengikuti liga tarkam. Memasuki areal lapangan dengan di dampingi ofisialnya pak Ihwan, kesebelasan Mori Wali yang mengenakan kostum merah, begitu bersemangat menatap pertandingan kali ini.

Kembali, pertandingan kali ini masih di pimpin oleh Pak Wan, sebagai wasit utama, dengan di dampingi kedua asistennya yang bertugas di kiri kanan lapangan. Sebelum pertandingan benar-benar dilangsungkan, wasit utama memberikan arahan kepada kedua kesebelasan, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama tim dan ofisial. Di awal babak pertama, jual beli serangan tak terhindarkan.

Memasuki Areal Lapangan Dengan Di Dampingi Ofisialnya

Kesebelasan Kamori Ma Made beberapa kali membahayakan penjaga gawang Mori Wali, dengan metode penyerangan membongkar barisan pertahanan lawan lewat bagian tengah yang mengarah ke gawang. Para pemain Kamori Ma Made beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan, dengan umpan-umpan pendek tika taka ala Barcelona. Namun, disiplinnya barisan pertahanan kesebelasan Mori Wali, sehingga mampu mematahkan serangan para penyerang Kamori Ma Made.

Kesebelasan Mori Wali bukan tanpa perlawanan. Atas arahan Pak Ihwan selaku ofisial, kesebelasan Mori Wali mengandalkan pemain-pemainnya sayapnya. Serangan dibangun lewat umpan-umpan jauh di sisi sayap, dan ketika memasuki areal pertahanan lawan, para pemain sayap beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Kamori Ma Made.

Setelah semua pemain yang terdaftar menjadi penendang sudah melakukan tugasnya. Tapi kedudukan masih 1-1 untuk kedua kesebelasan. Sehingga kemudian dilanjutkan dengan tambahan dua pemain untuk menjadi penendang lagi. Namun, lagi-lagi tak ada satu pun pemain yang berhasil menceploskan si kulit bundar ke jala lawan, sehingga kemenangan di tentukan dengan melemparkan koin ke udara.

Setelah kesepakatan dengan ofisial kedua kesebelasan dan kepanitiaan, maka pelemparan koin pun dilakukan untuk menentukan kemenangan. Nampaknya lewat pelemparan koin, kemenangan akhirnya benar-benar berpihak kepada kesebelasan Mori Wali dan berhasil melaju ke babak berikutnya. Selamat kepada Mori Wali, dan kita sama-sama tunggu di pertandingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *