MotoGP Austria Data dan Fakta Red Bull Ring Sirkuit Tercepat di Kalender MotoGP

Posted on

MotoGP Austria Data dan Fakta Red Bull Ring Sirkuit Tercepat di Kalender MotoGP – Sirkuit Red Bull Ring yang menjadi tuan rumah MotoGP Austria menyimpan sejarah panjang gelaran balap Grand Prix. Para pebalap MotoGP mengenal trek ini sebagai lintasan paling cepat yang ada di kalender balap. Seri keempat MotoGP 2020 akan dilangsungkan akhir pekan ini. Terlepas dari nasib nahas yang dialami Marc Marquez, MotoGP sejauh ini (malah) menunjukkan tontonan yang menarik.

MotoGP Austria Data dan Fakta Red Bull Ring Sirkuit Tercepat di Kalender MotoGP

MotoGP Austria Data dan Fakta Red Bull Ring Sirkuit Tercepat di Kalender MotoGP

Tidak ada dominasi di atas lintasan, meski Fabio Quartararo sudah dua kali jadi juara. Kemunculan Brad Binder sebagai kampiun di Jerez, keberhasilan Valentino Rossi naik podium, dan tim-tim sateltit yang menunjukkan tajinya membuat balapan motor paling tinggi derajatnya ini makin memikat. Datang ke Red Bull Ring, KTM jadi tim dengan senyum paling lebar. Keberhasilan Binder jadi juara dua pekan lalu dan penampilan cemerlang Pol Espargaro (sebelum akhirnya jatuh) jadi bekal bagus mereka.

KTM bakal punya semangat berganda karena MotoGP Austria yang akan ditayangkan secara live streaming oleh detikOto ini merupakan home race mereka. Memiliki panjang 4,318 km Sirkuit Red Bull Ring punya karakter cepat. Bahkan menjadi sirkuit paling cepat di kalender balap MotoGP. Sirkuit ini pertama dibangun pada 1969 dengan panjang lntasan 5,19 km. Nama aslinya adalah Österreichring, yang berarti ‘Circuit of Austria’. Tahun 1996 namanya diubah menjadi A1-Ring.

Yang merupakan nama provider telepon di negara tersebut dan mesponsori renovasi lintasan sehingga bisa menggelar balapan MotoGP dan F1. Perusahaan minuman energi Red Bull membeli sirkuit ini pada tahun 2010, lalu melakukan banyak perubahan besar terkait keamanan. Sirkuit pun kemudian dipercaya lagi menjadi tuan rumah F1 dan MotoGP.

Dikutip dari Box Repsol, berikut data dan fakta Sirkuit Red Bull Ring

Red Bull Ring berada 677 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai sirkuit yang berada di daratan paling tinggi (‘pesaing’ terdekatnya adalah Aragon yang berada 381 meter di atas permukaan laut). Selisih ketinggian antara titik terendah dan titik tertinggi di lintasan ini adalah 65 meter. Red Bull Ring menjadi sirkuit dengan jumlah tikungan paling sedikit di sepanjang kalender MotoGP. Tercatat cuma ada 10 tikungan di trek ini.

Red Bull Ring adalah sirkuit dengan rata-rata kecepatan paling tinggi di MotoGP yakni 183,2km/jam. Buriram dan Phillip Island berada di posisi dua dan tiga, dengan berturut-turut punya rata-rata kecepatan 177,9km/jam and 176,5km/jam. Uniknya, top speed di sirkuit ini justru jadi salah satu yang paling rendah, yakni 316,7 km. Ini disebabkan Red Bull Ring punya lintasan lurus yang pendek. Red Bull Ring cuma kalah dari Assen, Misano, dan Jerez untuk urusan trek lurus terpendek

Dulu Gahar Sekarang Loyo, Ada Apa dengan Ducati. Red Bull Ring sangat memanjakan wartawan yang meliput MotoGP. Mereka jadi satu-satunya sirkuit yang menyediakan sarapan, makan siang, dan makan malam buat pekerja media. Sirkuit ini juga buka sepanjang tahun. Di musim dingin sirkuit ini berbagai event olahraga seperti balapan ski, skating, dan balapan mobil salju. Selain trek balapan utama yang dipakai untuk MotoGP dan F1, Red Bull Ring juga punya trek lain di dalam areanya. Termasuk lintasan untuk tes, offroad, karting, dan sekolah balap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *