Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual

Posted on

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual – Nama Elena Myers mungkin tak familier di telinga, termasuk bagi para penggemar balap motor sekali pun. Meski begitu, wanita kelahiran November 1993 telah mencatat rekor cemerlang di karir profesionalnya yang singkat. Mulai Membalap di Usia Beli. Elena kecil mulai membalap dengan pocket bike berkapastas 35 cc. Bakat dan kemauan segera mengantarkannya pada jok minibike hingga akhirnya berkenalan dengan mesin supermoto 80 cc.

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual

Pada usianya yang ke-13, dia menapak di kejuaraan grand prix motor yang diselenggarakan di Amerika Serikat (USGPRU). Kala itu Elena tampil di kelas 125 cc. Adalah John Ulrich, pemilik tim balap Team Hammer yang melihat bakat Elena dan kemudian menyerahinya sebuah Honda RS 125 cc rakitan 1997. Team Hammer sendiri adalah sebuah tim yang didirikan oleh Ulrich dan seorang pebalap profesional, Bruce Hammer, pada 1980. Tim ini kemudian berkembang menjadi salah satu tim besar di AS hingga kini.

Kompetisi itu diikuti Elena hingga 2009 di mana usianya genap 16 tahun. Banyak podium dikoleksinya termasuk diantaranya beberapa kemenangan. Hingga pada November 2009, saat dia mendapatkan lisensi untuk membalap di ajang yang diselenggarakan oleh American Motorcyclist Association (AMA), Ulrich berniat membawa gadis itu ke kejuaraan AMA Pro Supersport 600 cc. Musim 2010 menjadi debutnya di ajang kejuaraan AMA Pro. Berbekal Suzuki GSX-R 600 yang diracik kru Team Hammer, Elena melanglang di 10 sirkuit yang masuk dalam kalender balap selama semusim.

Hal itu tak lepas dari absennya wanita mungil itu pada 3 balapan akibat cidera pergelangan tangan

Infineon Raceway (kini Sonoma Raceway) yang menjadi seri ke-4 musim 2010 menjadi saksi bagi rekor yang diciptakan Elena. Pada Race 1, Elena berhasil meraih kemenangan pertamanya. Raihannya itu menjadi luar biasa sebab dia pun menjadi pebalap wanita pertama yang mampu menjadi kampiun di kelas itu. Di akhir musim, ia pun mencatatkan diri di papan atas yakni posisi ke dua klasemen akhir untuk West Championship. Kejuaraan AMA Pro saat itu, tepatnya dari musim 2009 hingga 2013, terbagi menjadi 3 bagian yakni West, East dan National Championship. Di tahun 2011, posisinya melorot ke rangking 5.

Dari seluruh seri yang dijalaninya, Myers mampu mengoleksi 1 podium ke tiga dan 5 kali finish di posisi lima besar. Kemenangan ke duanya diraih pada musim 2012. Di Daytona International Speedway Race 2, Myers berhasil mencapai garis finish hanya 0.240 detik di depan finisher ke dua. Di race itu, Myers berebut posisi pertama dengan 4 pebalap lainnya. Rekor lain yang dicatatnya adalah finish di urutan ke-9 di event tahunan yang sudah digelar sejak 1937, Daytona 200 pada musim 2014.

Posisi ini dicatat sebagai finish terbaik yang dapat dicapai oleh seorang pebalap wanita. Rekor sebelumnya ditorehkan oleh pebalap Honda, Melissa Paris yang pada 2011 menempati posisi ke-11. Di balapan yang menempuh jarak total 200 mil itu, Myers turun dengan mengendarai Triumph Daytona 675R. Selain mengendarai motor pabrikan, Myers pun pernah menjajal motor prototype. Adalah bos Rizla Suzuki MotoGP, Paul Denning, yang memberinya kesempatan untuk memacu Suzuki GSV-R pada 2011. Saat itu, Myers yang masih berusia 17 tahun mampu memacu motor tunggangan Alvaro Bautista hingga kecepatan 190 MpH di lintasan lurus sirkuit Indianapolis, AS.

Denning pun berkomentar bahwa Myers memiliki masa depan cerah di dunia balap motor

Namun semua catatan itu terhenti setelah Myers mengumumkan untuk undur diri dari event balap Superbike MotoAmerica (sebelumnya AMA Pro). Dikatakan bahwa timnya, 21Motorsport, mengalami kesulitan dalam mendapatkan sponsor untuk musim 2016. Sebuah ironi mengingat dirinya yang mampu berada di posisi ke-5 klasemen akhir pada gelaran 2015. Mengalami Pelecehan Seksual Pengakuan mengejutkan menyeruak pada 2017 lalu. Saat Myers mengungkapkan kepada.

Philadelphia Magazine bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual di sebuah hotel di Philadelphia di sela kegiatan balapnya di akhir pekan. Adalah Jerome McNeill, seorang pria yang berprofesi sebagai fisioterapis di Loews Hotel yang disebutnya telah melakukan tindakan tak senonoh pada September 2014 silam. Selain terhadap Myers, McNeill pun pernah bermasalah dengan hukum diantaranya pada 2007 saat dirinya diadili dalam kasus perkosaan seorang remaja 12 tahun.

Kasus itu diakui Myers telah mengganggu psikisnya. Hal itu membuat dirinya sering dilanda kecemasan, perasaan yang sebelumnya tak pernah muncul dari dirinya. Saat itu, dirinya gamang untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. Yang dipikirkannya hanyalah menyelesaikan lomba dengan baik. Dia berharap pengakuannya itu akan menjadi penglepasannya ke dalam sebuah kehidupan baru. Selain menjadi sebuah contoh bagi pihak lain yang mengalami kejadian serupa untuk tidak menutup mulutnya dari melaporkan pengalaman buruknya kepada pihak berwajib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *