Drama Horor MotoGP Austria dan Pembuktian Dovizioso

Posted on

Drama Horor MotoGP Austria dan Pembuktian Dovizioso – Sungguh horor! Itulah ungkapan yang dapat menggambarkan bagaimana pemandangan di balapan seri ke-4 MotoGP. Balapan yang digelar di sirkuit Red Bull Ring, Austria itu, sempat diwarnai kejadian mengerikan. Ketika balapan tengah berlangsung dan masih di sekitar 8 lap awal, terjadi kecelakaan besar yang melibatkan Johann Zarco dan Franco Morbidelli. Benar, Zarco lagi.

Drama Horor MotoGP Austria dan Pembuktian Dovizioso

Drama Horor MotoGP Austria dan Pembuktian Dovizioso

Entah mengapa, Zarco kembali terlibat dalam insiden kecelakaan di balapan MotoGP. Sebelum kejadian ini ada, sepekan sebelumnya yaitu di sirkuit Brno, Rep. Ceko (9/8) terjadi kecelakaan (crash) yang melibatkan Zarco dengan Pol Espargaro. Pembalap asal KTM Factory itu harus terjatuh dan tidak mampu meneruskan balapan, sedangkan Zarco harus terkena penalti putaran lama (long lap penalty). Meski menimbulkan perdebatan dan pihak Espargaro tak terima dengan insiden itu, MotoGP tetap berlangsung kembali.

Namun, nahasnya kejadian horor kembali tercipta dan ada keterlibatan Zarco. Ketika dirinya sedang keluar dari tikungan dan melahap trek lurus pendek, malah terjadi senggolan sekaligus tabrakan dengan Morbidelli. Tayangan ulang pun berupaya menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada dua pembalap itu. Dan, jika melihat replay tersebut, ada ketidakwajaran dari pergerakan Zarco dan Morbidelli. Keduanya sama-sama terlalu melebar dari racing line, namun terlihat ada yang tidak ingin terdahului untuk masuk kembali ke racing line, yaitu Zarco.

Jalannya balapan pun sebenarnya tak kalah seru dengan sebelum kecelakaan mengerikan antara Zarco dan Morbidelli

Dia yang sebenarnya bisa tetap di sisi kiri trek saat itu ada di depan Morbidelli malah bergerak ke sisi kanan yang sedang diincar Morbidelli. Senggolan dan tabrakan pun tak terhindarkan, ditambah dengan kondisi kedua pembalap sedang harus memacu kecepatan tinggi setelah keluar tikungan. Zarco dan Morbidelli pun terpental dan motornya hancur lebur. Namun kejadian itu tak hanya membuat kita fokus dengan apa yang menimpa Zarco dan Morbidelli, tetapi juga Valentino Rossi. Dia nyaris terhantam satu di antara dua motor yang terlempar jauh ke bidang trek yang sebenarnya dituju.

Sangat beruntung Sang legenda balap MotoGP itu berada di tengah dan ia pun selamat dari kejadian yang pasti bisa lebih mengerikan lagi. Syukurlah. Akibat kejadian horor itu, balapan harus dihentikan sementara dengan pengibaran bendera merah (red flag). Kejadian (red flag) yang sebenarnya juga terjadi pada balapan sebelumnya, Moto2, tanpa diduga juga terjadi di kelas MotoGP. Dan, seperti kelas Moto2, balapan itu harus restart. Para pembalap akan melakoni 20 putaran dengan posisi start sesuai posisi pembalap di putaran ke-8.

Perubahan pun terjadi, karena posisi terdepan kini dihuni Pol Espargaro bukan Maverick Vinales (first start pole position). Namun, sesuai dugaan juga bahwa akan terjadi perubahan ritme. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Pertama, kondisi ban pasti berbeda dari sebelumnya. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Jack Miller pasca balapan. Ia yang awalnya tidak menggunakan soft-soft harus menggunakan ban dengan tipe itu karena stok habis untuk menjalani restart.

Meski secara prediksi Ducati akan bertarung di depan namun sebelum red flag

KTM-lah yang difavoritkan ada di depan. Ini terlihat dari posisi para pembalap di lap ke-8. Ketiga, memulai kembali itu susah-susah gampang. Tidak banyak orang mampu mengembalikan ritme yang sama ketika berada di waktu yang berbeda. Contohnya, ketika seorang penulis menemukan mood yang bagus di pagi hari sebelum sarapan, namun setelah ia sarapan, mood-nya akan berbeda dan ia pasti akan berupaya keras untuk mengembalikan mood seperti sebelum sarapan.

Hal ini juga terjadi pada balapan MotoGP seri Austria jilid 1 ini. Sungguh luar biasa dan patut diapresiasi ketika para pembalap masih mau melanjutkan balapan. Mereka pun masih menyajikan kecepatan yang bagus, meski harus mengembalikan feeling terhadap balapan. Faktor keempat atau yang terakhir adalah mental. Meski tidak semua pembalap tahu langsung kejadian horor yang menimpa Zarco dan Morbidelli, khususnya pada barisan pembalap terdepan, namun tetap saja mereka akan terpengaruh dengan situasi tersebut saat di paddock.

Hal ini semakin besar pengaruhnya ketika dilihat langsung oleh pembalap lain yang sebelumnya berada di belakang Zarco dan Morbidelli. Terkhusus pada Valentino Rossi, ia patut diacungi jempol karena tetap berada di kecepatan yang bagus pasca restart meski tertinggal cukup jauh dari barisan terdepan. Balapan kali ini memang sangat horor termasuk bagi para penonton MotoGP di layar kaca. Bisa saja di antara para penonton masih terngiang-ngiang oleh kejadian tersebut sampai detik ini. Seandainya di antara kita ada di sana, pasti itu adalah mimpi yang sangat buruk.

Melalui kejadian ini juga, ada baiknya kita angkat topi kepada semua pembalap, karena mereka tetap menjalankan tugasnya walau sewaktu-waktu kejadian nahas bisa menghampiri. Salut untuk mereka, dan selamat untuk Ducati yang merawat dominasi kemenangan seri Austria dengan podium tertinggi dari Andrea Dovioso.Semoga, ia dapat kembali meraih hasil yang maksimal di balapan selanjutnya. Sekaligus memperbesar asa untuk menjadi juara dunia musim 2020. Kalau tidak sekarang, kapan lagi Dovi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *