Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol

Posted on

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol – Dua tim dari Segunda Division sudah dipastikan naik kasta ke La Liga musim 2020/2021. Kepastian pertama adalah tim Cadiz CF yang sudah mengumpulkan 69 poin saat menyisakan dua laga tersisa. Peraturan mengatakan dua tim yang menduduki peringkat teratas klasemen akhir otomatis lolos ke La Liga. Sedangkan tim kedua yang yang memastikan lolos ke La Liga adalah Huesca. Kepastian Huesca lolos diperoleh ketika mereka mengoleksi poin 67.

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol

Menyisakan satu laga tersisa, perolehan poin Huesca sudah tidak mungkin terkejar lagi. Mereka cuma berselisih dua poin dengan penghuni puncak klasemen, Cadiz CF. Siapakah yang menjadi man of the match dari tim yang berasal dari kota Huesca tersebut. SD Huesca nampaknya akan gagal balik ke La Liga kalau tidak ada Shinji Okazaki. Pemain asal Jepang berusia 34 tahun ini merupakan top skorer tim yang bermarkas di El Acoraz itu.

Di musim ini Okazaki sudah menorehkan 12 gol untuk Huesca. Tidak ada lagi pemain Huesca yang mampu mencetak selusin gol. Saingan terdekat “Si Mesin Gol” Huesca adalah Rafael Mir Vicente dengan 9 gol. Targetnya memang tercapai seperti apa yang pernah dikatakannya ketika debut berseragam Huesca. Target saya adalah mencetak lebih dari 10 gol,” katanya waktu itu. Okazaki memang tidak mengecewakan suporter Huesca, dia selalu tampil prima hampir di setiap laga yang digelar.

Pada bulan September tahun lalu, foxsportasia mengabarkan SD Huesca merasa hoki karena bisa memiliki Okazaki dengan status bebas transfer. Okazaki menandatangani kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan di musim berikutnya. Pada saat Okazaki datang, Huesca berada di posisi ke 6 Segunda Division. Dan kini Huesca mendapatkan keuntungan lainnya, mereka promosi ke Liga 1. Opsi perpanjangan jadi dilanjutkan. Jatah satu tiket lagi untuk berlayar ke Liga 1 Spanyol diperebutkan oleh empat tim dalam sesi play off.

Shinji Okazaki dilahirkan di Takarazuka pada 16 April 1986

Pada tahun 2008 Okazaki memperkuat negaranya di Olimpiade. Bersama Jepang senior, dia sudah menciptakan 50 gol dari 113 kali penampilan. Tim senior pertama yang dibelanya adalah Shimizu, dilanjutkan ke VfB Stuttgart, terus ke FSV Mainz O5, dan Leicester City.

Pada bulan Januari tahun lalu, Okazaki sempat diincar oleh Huddersfield Town, namun negosiasi di antara kedua belah pihak belum mencapai kata sepakat.  “King Power” secara mengejutkan keluar sebagai juara Liga Inggris musim 2015/2016. Okazaki mencetak 5 gol dari 36 kali penampilan. Okazaki didepak ke Divisi 2 Liga Spanyol, Malaga, secara gratis oleh Leicester setelah musim 2018/2019 berakhir.

Di tim itu, Okazaki hanya bermain selama dua bulan saja. Bukan apa-apa, hal itu disebabkan karena Malaga tidak sanggup membayar gaji Okazaki, mereka terhalang aturan batas gaji tertinggi seorang pemain. Okazaki pun dilepas ke Huesca. Okazaki memang masih berkeinginan untuk merumput di Eropa kendati di Liga 2 supaya bersemangat. Hasrat Okazaki pun akhirnya terbayar lunas.

Okazaki bersinar di negara matador itu, dia menjadi mesin gol dan tentunya Okazaki memperoleh kebanggaan tersendiri karena mengantarkan timnya kembali merumput di kasta tertinggi Liga Spanyol. Didirikan pada tahun 1960, pada musim 2016/2017 Huesca nyaris promosi ke La Liga. Sangat disayangkan, mereka kalah 0-2 dari Getafe di semifinal play off. Pada musim 2017/2018 Huesca mencatat sejarah untuk pertama kalinya naik kasta ke Liga 1 dengan status sebagai runner-up Segunda Division.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *