Hasil latihan Bebas I MotoGP Catalunya 2020 bisa disaksikan. Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, jadi yang paling depan.
Dalam session free practice I di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Monmelo, Jumat (26/9) sore WIB, Quartararo jadi yang paling cepat dengan catatan 1 menit 40,431 detik.

Quartararo tetap jadi pembalap dengan catatan waktu paling baik sampai session free practice tersisa 23 menit. Ia melahap satu putaran dengan catatan 1 menit 40,972 detik.

Pembalap Suzuki, Joan Mir, crash! Kejadian itu berlangsung di kelokan ke-5 waktu session free practice di MotoGP Catalunya berjalan seputar 24 menit.

Pembalap KTM Tech 3, Iker Lecuona, senasib dengan Mir waktu session free practice tersisa 6 menit. Ia jatuh di kelokan ke-2.

Masuk 5 menit paling akhir, semua pembalap masuk di track. Quartararo dapat menajamkan rekor catatan putaran terbaik jadi satu menit 40,584 detik.

Dalam eksperimen terakhir kalinya, Quartararo dapat lebih bagus lagi. Ia bertambah cepat 0,153 detik bertambah cepat dari catatan waktu awalnya.

Mengejar selanjutnya ada Andrea Dovizisoso dengan catatan waktu 0,430 detik dari Quartararo. Lengkapi tempat tiga besar ada Mir.

Beruntun tempati tempat 10 besar ada Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Franco Morbidelli, Alex Rins, Valentino Rossi, Cal Crutchlow, serta Miguel

Lihat Lagi Detik detik Simoncelli Disebut Jaga Rossi di Austria – Valentino Rossi yang luput dari maut di MotoGP Austria 2020 kembali ramai dibahas seiring klaim penampakan mendiang Marco Simoncelli, yang disebut menjaga The Doctor. Klaim itu dilontarkan oleh Jakub Kornfeil, rider MotoE yang sebelum ini pernah membalap di kelas 125cc pada 2009-2011 dan berkecimpung di kelas Moto3 di kurun waktu 2012-2019.

Lihat Lagi Detik detik Simoncelli Disebut Jaga Rossi di Austria

Lihat Lagi Detik detik Simoncelli Disebut Jaga Rossi di Austria

Saat membahas insiden dalam balapan MotoGP Austria 2020 di Red Bull Ring pada 16 Agustus lalu. Ia yakin betul Valentino Rossi ‘dijaga’ oleh kekuatan metafisika lewat kehadiran mendiang Marco Simoncelli di lintasan. Insiden senggolan Johann Zarco dan Franco Morbidelli saat itu bikin motor keduanya ‘melayang’ melintasi sirkuit. Ada Maverick Vinales dan Valentino Rossi yang nyaris kena hantaman motor-motor itu.

Ada sesuatu yang sukar dijelaskan di lintasan karena melibatkan sesuatu di dunia dan akhirat,” ujar Jakub Kornfeil kepada media asal negaranya, Republik Ceko, sport.tn. Karena saat motor Morbidelli melayang di depan Valentino, wajah Marco Simoncelli bisa terlihat di hutan pada latar belakang. Aku memutar ulang (video insiden) berulang kali dan hal itu senantiasa membuatku terpana,” katanya.

Marco Simoncelli sendiri sudah berpulang. Pria Italia yang dikenal berkawan karib dengan Valentino Rossi itu menghembuskan nafas terakhirnya usai insiden di sirkuit Sepang dalam MotoGP Malaysia 2011. Jakub Kornfeil memberikan opini itu karena mengaku melihat penampakan wajah Marco Simoncelli saat detik-detik Valentino Rossi nyaris kena hantam motor ‘terbang’. Tepatnya seperseratus detik saat Rossi nyaris kena sambar motor Morbidelli.

Carlo Pernat, pengamat kondang MotoGP, ternyata juga sempat menyatakan hal serupa. Komentarnya dilansir GPOne.com edisi Italia pada tanggal 17 Agustus, atau sehari setelah insiden MotoGP Austria. Marco Simoncelli menjaga Rossi dengan menghindarkan sepeda motor (Franco) Morbidelli. Simoncelli menjauhkan sepeda motor itu dari Rossi,” kata Carlo Pernat. Akun resmi MotoGP di YouTube mendokumentasikan insiden tersebut melalui beberapa angle.

Soal Insiden di Brno Kamu Tim Johann Zarco atau Pol Espargaro – Johann Zarco dan Pol Espargaro terlibat insiden dalam MotoGP Ceko 2020 di Brno. Zarco dapat hukuman, tapi apakah hukuman itu layak ia dapat. Zarco dan Espargaro bersenggolan dalam balapan di Brno. Akibat insien tersebut, Espargaro yang membalap untuk Espargaro Red Bull KTM Racing terjatuh dan tak kuasa melanjutkan balapan.

Soal Insiden di Brno Kamu Tim Johann Zarco atau Pol Espargaro

Sementara itu Johann Zarco sempat mendapat hukuman Long Lap Penalty (LLP) saat balapan tengah berlangsung, sekalipun tetap mampu menuntaskan MotoGP Ceko 2020 dengan berada di posisi ketiga. Hasil MotoGP Ceko 2020 Brad Binder Raih Kemenangan Pertama. Usai balapan tersebut, Zarco dengan kesal menyebut bahwa insiden itu lebih karena, “kami balapan, bukannya berdansa.

Kubu Ducati yang merupakan timnya pun ikut meradang dan mempertanyakan hukuman buat Johann Zarco. Saya pikir semua orang bisa memahami kenapa kami marah sekali. Buat kami itu adalah keputusan yang keliru,” kata Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti seperti dikutip GPOne.

Menurut Paolo Ciabatti, dalam insiden yang terjadi di Turn 1 (T1) Lap 10 tersebut Johann Zarco sedang melaju di racing line-nya dan Pol Espargaro yang harusnya dipersalahkan karena melebar dan masuk ke racing line dari Zarco.

Kami tak paham apa salahnya Zarco, ia ada di bagian dalam dan tidak bisa mengerem karena posisi tubuhnya sedang rebah. Espargaro-lah yang menabraknya dan ia yang membuat kesalahan, harusnya Pol yang kena hukum,” sebut Ciabatti.

Sudah begitu, ia pun merasa andaikata Johann Zarco tidak kena hukum, bisa saja ridernya tersebut menyudahi balapan di posisi finis lebih baik. “Johann sedang membalap dengan baik dan harusnya bisa saja finis kedua.”

detikers sendiri lebih berpihak kepada Johann Zarco atau Pol Espargaro dalam insiden di MotoGP Ceko 2020 tersebut

Resmi Marc Marquez Masih Absen di MotoGP Austria 2020 – Rider Repsol Honda. Marc Marquez dipastikan masih absen pada gelaran MotoGP Austria 2020 di Red Bull Ring pada akhir pekan. Marc Marquez sejauh ini belum meraih satu poin pun di MotoGP 2020. Semenjak ia mengalami crash pada gelaran MotoGP Spanyol di Jerez dan harus naik meja operasi.

Resmi Marc Marquez Masih Absen di MotoGP Austria 2020

Juara bertahan MotoGP itu muncul di sirkuit Jerez menjelang MotoGP Andalusia, dan bahkan sempat ikut latihan dan sekelebat muncul di sesi kualifikasi. Tapi akhirnya batal balapan.

Proses pemulihan kondisi Marc Marquez mengalami kemunduran setelah ia harus naik meja operasi untuk kali kedua. Diumumkan bahwa tempatnya digantikan oleh Stefan Bradl yang tampil mulai MotoGP Ceko 2020.n.

Tanpa Marquez, Tim Repsol Honda Paling Buntut di MotoGP Ceko. Saat itu disebutkan pula soal prediksi bahwa Marc Marquez akan absen dalam tiga seri balapan. Yakni MotoGP Ceko 2020, MotoGP Austria 2020, dan MotoGP Styria 2020 yang kesemuanya digelar pada bulan Agustus ini.

Dalam predisi tersebut, Marc Marquez dinyatakan baru akan bisa kembali balapan dalam MotoGP San Marino di Misano pada tanggal 13 September mendatang.

Sehubungan dengan prediksi tersebut tim Marc Marquez kini paling tidak sudah memastikan Baby Alien memang akan absen di MotoGP Austria pada 16 Agustus akhir pekan ini. Bradl masih akan menjadi penggantinya.

Stefan Bradl akan kembali bergabung dengan Repsol Honda Team di Motorrad Grand Prix von Österreich, dengan juara dunia Marc Marquez masih melanjutkan proses pemulihan setelah operasi,” demikian pernyataan di situs resmi HRC usai MotoGP Ceko 2020.

Peluang Marc Marquez pulih dan balapan lagi lebih cepat, seperti determinasi yang ia perlihatkan di MotoGP Andalusia, memang masih terbuka. Tapi tampaknya jangan berharap ia sudah bisa balapan lagi akhir pekan ini di MotoGP Austria 2020.

Brad Binder Rookie Juara MotoGP Brno dan Pergeseran Prediksi di Austria – Sebenarnya menjadi juara seri ketika masih berstatus rookie, bukanlah hal mustahil. Terbukti, ada seorang rookie masa kini yang menjuarai seri balap kelas MotoGP, yaitu Marc Marquez. Marc Marquez saat itu naik ke kelas tertinggi pada 2013. Dia secara beruntung langsung memperkuat tim pabrikan, Repsol Honda.

Brad Binder Rookie Juara MotoGP Brno dan Pergeseran Prediksi di Austria

Brad Binder Rookie Juara MotoGP Brno dan Pergeseran Prediksi di Austria

Sebenarnya Marc bukanlah rookie pertama yang langsung memperkuat tim pabrikan. Sebelumnya ada nama Jorge Lorenzo yang langsung memperkuat tim utama, Yamaha Factory berduet dengan Valentino Rossi. Namun, setelah itu tak banyak pembalap promosi dari kelas Moto2 yang langsung dapat memperkuat tim pabrikan. Ini juga membuat tidak banyak pembalap yang baru naik kelas langsung dapat menjuarai seri di musim perdananya di MotoGP.

Marc Marquez adalah pembalap baru yang mampu melakukannya dan bahkan mampu keluar sebagai juara dunia di akhir musim. Sebagai rookie Suatu fenomena yang luar biasa dan sulit terulang. Termasuk keberhasilan rookie untuk memenangkan seri balap. Johann Zarco (Tech 3 Yamaha 2017) hanya berkutat pada kata “nyaris”. Begitu pula juniornya, Fabio Quartararo (Petronas SRT Yamaha 2019). Pembalap asal Prancis itu hanya selalu menjadi yang kedua di belakang Marc Marquez.

Bisa podium saja syukur, termasuk jika berhasil menunggangi langsung tim pabrikan. Sebenarnya sejak beragamnya tim pabrikan di MotoGP, peluang pembalap muda untuk langsung mengendarai motor tim pabrikan menjadi tidak mustahil. Seperti Suzuki yang secara konsisten pernah memanggil Maverick Vinales, Alex Rins, dan Joan Mir saat masih menjadi rookie.

Hal ini juga kemudian dilakukan oleh tim pabrikan lain, yaitu KTM. Di musim 2020, KTM mempercayakan salah satu motornya untuk dikendarai rookie dari Moto2, Brad Binder. Pembalap asal Afrika Selatan itu bersama Alex Marquez langsung memperoleh kesempatan menggeber motor pabrikan. Bedanya, Alex memperkuat Repsol Honda menemani kakaknya, Marc Marquez. Musim kompetisi yang seharusnya dimulai di sirkuit Losail Qatar pada Maret lalu. Tidak jadi menyajikan pertarungan pembalap di level MotoGP.

Sejak itu tidak banyak ekspektasi yang disematkan ke pembalap rookie

Brad Binder dan rookie lainnya pun terpaksa menahan diri untuk segera merasakan atmosfer balapan sesungguhnya. Hingga tiba waktunya musim kompetisi restart dan dimulai di Jerez, Spanyol (19/7). Di sini belum terlihat tanda-tanda keistimewaan rookie di MotoGP. Alex Marquez dan Brad Binder secara berurutan mengakhiri balapan di posisi 12 dan 13. Artinya, Alex mengemas 4 poin dan Binder 3 poin. Situasi yang lebih buruk justru menimpa rookie KTM (Tech 3) lainnya, Iker Lecuona.

Seri kedua yang berlangsung di Andalusia juga tak begitu bagus. Hanya Alex yang mampu finis di posisi yang cukup bagus, 8. Sama dengan posisinya, dia juga meraih 8 poin. Berbeda dengan Binder yang harus DNF, termasuk Lecuona. Duh Melihat rekor dari dua balapan tersebut membuat tak ada ekspektasi apa-apa terhadap ketiga pembalap tersebut. Hanya, satu hal yang patut diperhatikan adalah posisi start para pembalap yang tak begitu diunggulkan di seri ketiga, Brno.

Balapan di Rep. Ceko itu diawali dengan beberapa kejutan pada posisi starting grid. Johann Zarco pole position, Aleix Espargaro ke-4, Pol Espargaro ke-6, dan Binder ke-7. Secara tim pabrikan, Yamaha, KTM, Aprilia, Ducati, dan Suzuki terlihat dominan di 10 besar. Tetapi secara pembalap, terdapat banyak kejutan.
Memang, prediksi untuk mengisi podium masih berada di antara Quartararo, Morbidelli ataupun Vinales. Posisi start ke-5 jelas masih memberikan asa kepada Vinales untuk melibas para pengejut itu.

Nama-nama yang sedang memberikan kejutan di posisi start itu ternyata berhasil mengawali balapan dengan baik. Bahkan, Franco Morbidelli sukses memimpin balapan. Posisi kedua dan ketiga pun sempat diperebutkan antara Aleix Espargaro dan Quartararo. Menariknya, mereka sudah dikuntit oleh duet KTM pabrikan, Pol dan Binder. Tidak lupa pula masih ada Zarco yang mengendarai Ducati Avintia Racing.

Namun, ketika balapan dimulai situasinya berubah

Meski posisi start-nya lebih bagus Pol, namun Binder berhasil mendahuluinya. Binder pula yang kemudian mampu memisahkan duel sengit Aleix dan Quartararo. Seperti biasa, Aleix pun kemudian tercecer secara perlahan. Sedangkan Binder mampu menempel ketat Quartararo. Keberadaan Quaratararo di depan Binder sebenarnya memberikan keuntungan bagi rekan setimnya, Morbidelli. Pembalap asal Italia itu berhasil membuka jarak sekitar 1-2 detik.

Namun, apa yang dilakukan Quartararo lama-lama tak berhasil untuk menahan laju Binder. Pembalap bernomor 33 itu akhirnya berhasil melewati pemimpin sementara puncak klasemen itu. Lepasnya Binder dari “kontrol” Quartararo kemudian membuat jarak yang dibuat Morbidelli perlahan tergerus. Morbidelli mulai melambat, sedangkan Binder terus gaspol. Ngegas-nya Binder membuat posisinya semakin dekat dengan Morbidelli. Sampai suatu momen, Morbidelli harus dilewati Binder. Pasca kejadian itu, Binder pun tak terbendung.

Meski sempat ada kekhawatiran apabila Binder melakukan kesalahan, namun ternyata hal itu tak terjadi. Hingga pada last lap, Binder diberikan instruksi oleh timnya untuk mulai selow. Binder pun berhasil menjaga performanya dan, “Yas! He’s won on the first time in his carier at MotoGP class. Kemenangan Binder ini menjadi rookie yang pertama setelah Marc Marquez. Dia pun menjadi pembalap Afrika Selatan pertama yang menang di kelas MotoGP. Ini jelas menjadi kebahagiaan yang berlipat, karena kemenangan yang ia raih juga merupakan kemenangan perdana bagi KTM.

Sebagai tim pabrikan, apa yang mereka raih jelas menjadi prestasi yang patut dinantikan kelanjutannya. Beruntungnya apa yang diraih ini juga memberikan harapan bagi KTM, bahwa mereka akan menjadi tim yang dijagokan menang di balapan selanjutnya, Austria. Austria dengan dua seri yang digelar di Red Bull Ring dan Styria sebenarnya adalah kandang bagi KTM. Namun, berhubung KTM belum berada di level yang sama dengan tim pabrikan lain–bahkan juga tim satelit lainnya, akhirnya sirkuit itu menjadi tempat favorit Ducati.

Seko Fofana wajar dipilih jadi pemain paling baik alias man of the match dalam pertandingan Serie A 2019-20 di antara Udinese versi Juventus, Jumat (24/7/2020) pagi hari WIB. Udinese sukses memenangkan pertandingan ini dengan score 2-1. Pernah ketinggalan terlebih dulu karena gol Matthijs de Ligt, Udinese sukses bangun di set ke-2 serta pastikan kemenangan karena gol Illija Nestorovski serta Seko Fofana.

Karena hasil ini, Juventus harus senang masih mengumpulkan point 80 serta sangat terpaksa tunda kejelasan Scudetto. Disamping itu, Udinese sukses naik ke rangking 15 dengan point 39.

Perform Bagus Seko Fofana

Kecuali jadi penentu kemenangan Udinese dengan cetak gol di beberapa menit paling akhir, Fofana tampil cemerlang selama laga.

Fofana mencatat ketepatan umpan sampai 94 % dan melepas dua shooting yang diantaranya menghasilkan gol kemenangan Udinese.

Tidak itu saja, Fofana tertera 5 kali lakukan dribble sukses. Angka ini adalah yang paling banyak antara pemain yang lain.

WhoScored memberi rating 8,4 pada perform Seko Fofana dalam pertandingan ini, membuat jadi pemain paling baik.

Winny Oktavina Sang Penerus Butet Terlahir Kembali di Turnamen Internal PBSI – Seperti saya tulis sebelumnya, sejak akhir Juni hingga akhir Juli nanti, PP PBSI bekerja sama dengan Mola TV, menggelar kompetisi home tournament. Para pebulutangkis Pelatnas di semua sektor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran) tampil dalam kompetisi internal. Mereka bermain melawan rekan sendiri.

Winny Oktavina Sang Penerus Butet Terlahir Kembali di Turnamen Internal PBSI

Turnamen ini dikemas berbeda dengan game yang mereka mainkan selama latihan. Ada referee, wasit, hakim servis, hakim garis, serta team match control. Plus hadiah bagi pemenang. Selengkapnya ada di sini. Turnamen ini memainkan sektor tunggal putra. Sebelumnya, ganda putra menjadi pembuka dengan pasangan Fajar Alfian/Yeremia Erich yang jadi juara. Dan, akhir pekan kemarin, sektor ganda campuran berakhir seru.

Di sektor ganda campuran, pasangan terbaik Indonesia saat ini, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti, tampil sebagai pemenang. Namun, sorotan khusus tertuju pada pasangan yang mereka kalahkan di final, yakni Akbar Bintang Cahyono dan Winny Oktavina Kandow. Utamanya Winny. Bagi remaja asal Sulawesi Utara ini, turnamen tersebut punya makna lain. Bukan hanya ajang untuk pemanasan. Bukan pula sekadar melepas rindu di masa kevakuman turnamen akibat pandemi.

Winny (21 tahun) seperti ingin memberi pengumuman ke semua orang di PP PBSI. Termasuk ke para badminton lovers di Indonesia. Pengumuman bahwa dirinya pemain muda potensial. Dia ingin menunjukkan bisa move on dari cerita lalu. Cerita yang berawal pada akhir tahun 2018 silam. Ketika PBSI melalui pelatih ganda campuran, memutuskan untuk menjodohkan Winny dengan pemain senior, Tontowi Ahmad. Mereka berpasangan sepanjang tahun 2019.

Bagi Winny itu keputusan besar untuk karier bulutangkisnya

Keputusan yang bisa membuat dirinya naik dalam waktu cepat ke panggung teratas bulutangkis dunia. Betapa tidak, dirinya akan bermain dengan Tontowi. Pemain yang telah meraih hampir segalanya kala bermain dengan Liliyana Natsir. Dari juara All England, juara dunia, hingga meraih emas Olimpiade 2016. Tentu saja, Winny akan mendapat sorotan media internasional lebih besar dibanding sebelumnya. Bahkan, ketika PBSI memutuskan memilih dia sebagai pendamping Tontowi, itu sudah jadi berita besar.

Memang, sebelum ada keputusan itu, ada banyak orang yang tahu kualitas permainan Winny. Itu bermula ketika di bulan Juli 2018, Winny yang masih berusia 19 tahun, bisa menembus semifinal Singapore Open 2018 bersama AKbar Bintang Cahyono. Banyak orang terkesima dengan permainannya. Dia terlihat jago bermain di depan net. Tenang. Tidak grusa-grusu. Pintar menempatkan bola (shuttle cock). Responnya sigap. Pukulannya juga cepat.

Melihat permainan Winny, orang jadi teringat dengan Liliyana Natsir. Kebetulan, keduanya sama-sama berasal dari Sulawesi. Winny pun disebut-sebut sebagai calon penerus kesuksesan Butet–panggilan Liliyana. Kala bermain bersama Akbar, Winny juga berhasil meraih gelar di turnamen internasional. Mereka juara Hyderabad Open Super 100 di India pada September 2018. Pencapaian itu menjadi penegas. Bahwa pasangan Akbar dan Winny punya potensi.

Karenanya, ketika PBSI mengumumkan Winny bakal dipasangkan dengan Tontowi yang artinya berpisah dengan Akbar, ada beberapa pecinta bulutangkis yang sejatinya kurang sreg. Kenapa harus Winny. Bukan yang lain. Saya pun sempat merasa begitu. Rasanya eman (sayang).

Siapa tahu mereka bisa langsung nyetel. Seperti saat China memasangkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang langsung panen gelar dan hingga kini jadi pasangan world number one. Sayangnya, kenyataan berbeda dengan harapan. Pasangan Tontowi/Winny tidak sesuai harapan. Dari beberapa kali tampil di turnamen, mereka tidak pernah mampu tembus final. Pada akhirnya, setelah melakukan evaluasi, PBSI memutuskan untuk memasangkan kembali Winny dengan Akbar. Lantas, Tontowi kemudian memilih mundur dari Pelatnas.

Ada juga faktor internal Tapi yang jelas saya tidak mau menyalahkan sisi personal

Sebab, di bulutangkis, bermain ganda memang butuh chemistry antara dua pemain. Bukan hanya menonjolkan kemampuan satu pemain. Karena dua orang, butuh komunikasi yang cair. Tidak merasa canggung. Juga butuh adaptasi satu sama lain karena mereka sebelumnya bermain dengan pemain berbeda dengan gaya main beda.

Nah, proses memahami satu sama lain itu terkadang tidak bisa cepat seperti merebus mie instan. Butuh waktu. Masalahnya, Tontowi dan Winny dipaksa berpacu dengan waktu. Mereka harus segera meraih hasil bagus dalam persaingan yang ketat demi berburu poin menuju Olimpiade. Jadi, mereka seolah dipaksa padu secepatnya. Sah-sah saja ketika ada orang menyebut pasangan ini tidak berjalan sesuai harapan karena Tontowi tidak bisa ngemong Winny ketika bermain.

Kalau banyak yang lihat kami bermain bagus di turnamen ini, sebenarnya di awal-awal kacau banget. Nggak dapat feel-nya sama sekali. Permainan Akbar dan bang Owi (Tontowi) kan beda. Biasnya bang Owi nutup di sini, Akbar enggak, karena pikirannya beda. Jadi saya harus adaptasi lagi. Menariknya, Winny juga menyinggung Tontowi. Dia mengaku sedih ketika mendengar Tontowi pensiun dari Pelatnas karena merasa belum bisa meraih hasil maksimal selama berpasangan.

Namun, dia mengaku bisa belajar banyak dari pengalaman ketika berpasangan dengan Tontowi. Belajar apa saja yang kurang untuk menjadi pasangan yang saling melengkapi. Belajar pentingnya relasi yang cair ketika bermain ganda. Juga tentang percaya diri. Pada akhirnya, kita berharap, turnamen di rumah sendiri yang digelar PBSI bagi para pebulutangkis Pelatnas tersebut, bisa berdampak bagus. Tidak hanya mengisi kevakuman turnamen akibat pandemi.

Lebih dari itu, pemain-pemain muda juga bisa jadi lebih percaya diri. Serta, mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki. Dan, ketika nanti, turnamen BWF World Tour, mereka benar-benar sudah siap. Bagaimanapun, Winny dan pemain-pemain muda lainnya adalah aset bagi bulutangkis Indonesia. Salam.