Katia serta Elma Aveiro, kakak-kakaknya Cristiano Ronaldo ini seringkali disebutkan mulut besar. Terkini katakan virus Corona ialah kebohongan!
Cristiano Ronaldo punyai 2 kakak wanita yakni Katia Aveiro yang berumur 44 tahun serta Elma Aveiro berumur 47 tahun. Kedua-duanya aktif bermain sosial media, termasuk juga mengulas hal sekitar adik kecintaannya.

Terkini, Katia Aveiro memberi komentar masalah Cristiano Ronaldo yang belakangan ini positif virus Corona. Di Instagram pribadinya lewat InstaStory, ia dengan keras katakan jika virus Corona ialah kebohongan alias berita palsu.

“Bila Cristiano Ronaldo ialah orang yang perlu membuat dunia sadar, saya harus katakan jika ia betul-betul utusan dari Tuhan. Terima kasih!” catat Katia, Rabu (14/10/2020).

“Saya yakin jika ini hari, beberapa ribu orang yang yakin dengan wabah ini, di tes-tes yang dilaksanakan, serta di prosedur kesehatan yang telah diambil, seperti saya, akan menyaksikan ini untuk penipuan paling besar yang sempat ada semenjak saya lahir.”

“Saya membaca sebentuk kalimat ini hari lalu berdiri bertepuk tangan, ‘Sudah cukup, berhentilah membodohi dunia. Mari, tolong membuka mata kalian’,” sambung tulisan itu.

Katia Aveiro seakan tidak yakin jika Cristiano Ronaldo positif virus Corona

Kemungkinan untuknya, si adik demikian optimal mempertahankan kesehatan tubuhnya.

Tidak sangsi, Ronaldo sendiri populer dengan gaya hidup sehat. Bekas pemain Manchester United serta Real Madrid itu suka olahraga, terus tidur cukup, sampai punyai skema diet yang ketat.

Tetapi kecuali Ronaldo, beberapa pemain sepak bola dunia yang lain pada akhirnya terkena virus Corona.

Simak juga: Selesai Ronaldo, Gantian McKennie Pilar Juventus yang Positif COVID-19
Elma Aveiro sempat juga seringkali membuat gempar. Diantaranya saat Juventus tersisih dari Lyon di set 16 besar Liga Champions musim kemarin.

Lyon saat itu mengalahkan Juventus dengan keunggulan gol tandang walaupun agregat 2-2. Ronaldo juga menjadi perhatian sebab tidak sanggup bawa Sang Nyonya Tua bicara banyak di Liga Champions.

Elma melalui posting-an di Instagram pribadinya coba menghibur Cristiano Ronaldo dengan caption yang panjang. Tetapi, ada 1 kalimat yang menarik perhatian, ia katakan Ronaldo tidak dapat kerja sendirian.

“Saya senang menyaksikan kamu bermain serta dedikasi yang kamu beri,” tulisnya.

“Tetapi, kamu tidak dapat lakukan semua sendirian,” sambungnya.

Posting itu menarik perhatian. Kalimat ‘Cristiano Ronaldo tidak dapat lakukan semua sendirian’ disebutkan beberapa penggemar Juventus untuk hal yang tidak cantik.

Elma disebutkan demikian tinggi hati dengan begitu membangga-banggakan si adik tiada menyaksikan kerja sama team. Namun, wanita berumur 47 tahun itu dibela beberapa penggemar Juventus yang lain yang hanya Cristiano Ronaldo yang tampil impresif.

Tetapi rasa-rasanya sich, ya wajar-wajar saja si kakak bela adiknya…

Kemenpora akan meningkatkan bujet Instansi Anti Doping Indonesia tahun kedepan. Mereka merencanakan bangun labolatorium menuju calon tuan-rumah Olimpiade 2032.
Wawasan itu dikatakan Menpora Zainudin Amali di pertemuan virtual bersama Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih, dan korps-nya, serta Presiden World Anti Doping Agen, Witold Banka, pada Rabu (7/10/2020).

Menpora RI sampaikan loyalitas serta supportnya pada kehadiran LADI. Diantaranya dengan tingkatkan gagasan bujet untuk doping Indonesia dibanding beberapa tahun awalnya.

“Kami berikan jika gagasan keungan suport pada LADI bertambah 500 % di tahun 2021,” kata Amali dalam info resminya tanpa ada menerangkan detil jumlah bujet yang dikasih ke LADI tahun awalnya.

Dari bujet itu, diantaranya dipakai untuk kenaikan jumlah tes doping serta pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia.

“Alasan penting kami membuat labolatorium anti doping di Indonesia sebab sejauh ini untuk tes doping kita harus kirim sample tes ke luar negeri serta itu ongkosnya mahal hingga punya pengaruh pada minimal jumlah tes doping di Indonesia,” katanya.

“Ke depan adanya labolatorium itu di Indonesia karena itu jumlah tes doping akan bertambah relevan,” sambungnya.

“Loyalitas kenaikan jumlah tes doping serta gagasan pembanguan labolatorium doping adalah sisi dari kesungguhan kami dalam usaha bidding tuan-rumah Olimpiade 2032.”

Oleh karena itu kami terus kerja keras serta mengharap semua program WADA bisa dikerjakan di Indonesia.”

Politisi Golkar itu sekaligus juga menegaskan tidak menolerir siapa saja yang memakai doping untuk kebutuhan olahraga.

“Kami benar-benar memberikan dukungan program anti doping di Indonesia serta tidak mentolerir masalah doping sekecil apa saja, bila diketemukan tanda-tanda karena itu kami memiliki komitmen untuk memberi sangsi berat ke beberapa pihak yang terjebak,” katanya.

Presiden baru WADA, Witold Banka, mengapreasiasi tatap muka virtual dengan Menpora RI. Ia memang tengah terus-menerus ajak beberapa pihak termasuk juga Pemerintah untuk bersama serta bersinergi dalam mempropagandakan program anti doping

“Untuk presiden WADA yang baru saya benar-benar suka dapat berkomunikasi dengan Kementerian Pemuda serta Olahraga serta memperkuat kerja sama. Ini penting buat kami serta saya berterima kasih ke pemerintah atas kerjasamanya dengan WADA,” papar Banka.

“Salah satunya kunci kami adalah lebih banyak menggerakkan bagian swasta serta publik dalam tingkatkan kampanye anti doping. Untuk masuk dengan inspirasi ini dalam kebersamaan serta jalankan tes anti doping dalam pekerjaan pengujian. Tatap muka ini hari penting. Saya menunggu kerja sama yang bagus serta mengharap bisa membuahkan program terbaik dari kerja sama ini,” ia menginginkan.