70 Tahun Perjalanan Kejuaraan Dunia Formula 1

Posted on

70 Tahun Perjalanan Kejuaraan Dunia Formula 1 – Sejarah tercipta, Sang juara terlahir, Rekor terpecahkan.. Sejak pertama kali Formula 1 diadakan di Inggris tujuh puluh tahun lalu pada 13 Mei 1950; persaingan, duel sengit, pertempuran yang tidak terlupakan, pahlawan dan legenda yang datang dan pergi. Generasi demi generasi, mewarnai perjalanan Formula 1 hingga hari ini.

70 Tahun Perjalanan Kejuaraan Dunia Formula 1

70 Tahun Perjalanan Kejuaraan Dunia Formula 1

Formula 1 dari dulu hingga kini merupakan cabang Motorsport dengan kasta tertinggi. Awalnya didominasi para aristocrat Eropa, dengan Para Pabrikan mobil maupun privateer berlomba menciptakan Mobil balap single seater, dengan mesin teranyar dan durable, dengan Pit Crew terhandal dan Pembalap bermental baja serta presisi. Kini Formula 1 bukan hanya sebuah olahraga otomotif untuk menobatkan mobil terhebat dan pembalap terkencang, namun lebih daripada itu.

Formula 1 merupakan industry yang menghasilkan lebih dari empat milliar US Dollar dalam setahun. Operation budget untuk setiap Team masing-masing mencapai empat ratus juta US Dollar dalam setahun. Hak siar, iklan dan unsur komersial lainnya menghasilkan satu miliar US Dollar setiap tahunnya. Sepeti apa wajah Formula 1 pada tujuh puluh tahun lalu? Association Internationale des Automobile Clubs Reconnus (AIACR) merupakan asosiasi pertama yang mewadahi Balap Grand Prix di Eropa pada tahun 1931.

Mercedes Benz dan Alfa Romeo merupakan beberapa nama paabrikan mobil yang mendominasi pada saat itu. Namun dikarenakan Perang Dunia II, kejuaraan-kejuaraan Eropa dihentikan. Hingga 1946, didirikanlah Commission Sportive Internationale (CSI) yang merupakan perpanjangan tangan dari AIACR. Augustine Perouse, sang President AIACR yang baru segera menginisiasi pertemuan membahas Grand Prix Formula 1 sebagai babak baru Balapan pasca Perang. Nama AIACR diganti menjadi Federation Internationale de l’Automobile (FIA) yang kita kenal hari ini.

Kelahiran Formula 1 tahun 1946

Adalah Marquis Antonio Brivio -Sforza; seorang pembalap berkebangsaan Italia yang juga anggota FIA, pemenang 24-hour Spa Francochamps, diyakini yang berperan dalam memberikan ide awal tentang Formula 1. Nama “Formula” diambil dengan maksud perpaduan aturan-aturan yang menjadi regulasi yang harus ditaati seluruh team dan “1” merupakan premier. Awalnya mau dibuat Formula Internationale lalu sempat berubah jadi Formula A. Sebenarnya F1 sudah dimulai dengan menggelar balapan non-kejuaraan pertama di Grand Prix Turin 1946.

Sejumlah organisasi balap Grand Prix telah menetapkan aturan untuk kejuaraan dunia sebelum perang, namun karena penangguhan balapan selama Perang, maka Titel Pembalap untuk Juara Dunia disahkan tahun 1947. Sementara Titel Juara dunia untuk Constructor baru ada pada tahun 1958. Total tujuh seri Balap yang diadakan pada 1950, yaitu di Swiss, Inggris, Monaco, Amerika, Italia dan Perancis. Urutan points adalah 8 points untuk juara pertama, 6 points untuk juara kedua.

4 points untuk juara ketiga, 3 points untuk urutan empat dan 2 points untuk urutan lima. Extra point untuk Fastest Lap. Pada tahun 1961, pemenang Grand Prix mendapatkah hadiah 1000 pounds atau USD 1300. Jika dikonversi ke saat ini kurang lebih setara dengan 350 pounts atau USD 455. Mobil Formula 1 yang pertama kali menyentuh garis finish pada Grand Prix F1 pertama yang diadakan di Silverstone, Inggris, adalah Alfa Romeo 158 yang dipiloti oleh pembalap Italia.

Kejuaraan Dunia Formula 1 dengan Grand Prix yang pertama di tahun 1950

Dr. Giuseppe “Nino” Farina, pembalap AIACR European Championship yang sudah makan asam garam mengemudi Alfa Romeo dan Maserati sejak 1933 dan memenangkan banyak Grand Prix. Dengan start dari pole position di Silverstone 1950 ia juga mencetak fastest lap dan memenangkan Balap F1 pertama itu. Kemenangan itu berlanjut di empat seri berikutnya dan mengganjar Farina sebagai juara dunia F1 di tahun 1950.

Farina bersanding dengan Juan Manuel Fangio, pembalap asal Argentina yang selanjutnya menjadi juara dunia F1 selama lima kali dan berada di urutan puncak pembalap F1 dengan Titel juara dunia terbanyak, hingga Michael Schumacher mengungguli rekor Fangio pada tahun 2003. Sebenarnya tidak ada alasan yang spesifik mengenai dipilihnya Silvestone menjadi Sirkuit tempat perhelatan Formula 1 yang pertama.

Namun kesuksesan Silverstone mengadakan beberapa Grand Prix sebelumnya pada tahun 1948-49 menjadikan Sirkuit yang dibangun dari Lapangan terbang itu dipertimbangkan oleh FIA. Pada era terdahulu yang memisahkan para crew di Pit lane dari dua puluh mobil yang ngebut dengan kecepatan 260 kph di straight hanyalah sebuah garis putih.

Kini fasilitas Grandstand, Paddock dan VIP Lounge untuk keluarga Kerajaan yang datang sebagai tamu, ataupun Bintang Film, musisi dan para VIP mancanegara dapat bersantai, chit chat dengan para bintang pembalap favorit mereka sambil menikmati wine, santapan kelas atas di dalam bangunan dan kompleks artististik yang menawan. Lima Hairpin; Woodcote, Corpse, Becketts, Stowe dan Club dipertahankan hingga kini.

Pengoperan gigi dilakukan menggunakan Shift stick didalam box dengan pola

Pada tahun 1950 hingga 1953, ada dua pilihan engine terkait Regulasi, yaitu displacement 4.5 L Natural Aspirated atau 1.5 L dengan Supercharger. Alfa Romeo 158 tunggangan Nino Farina punya layout Front engine dan Berpenggerak Rear Wheel Drive (RWD). Displacement mesin 1.5 L dengan Supercharger, konfigurasi delapan silinder segaris dan mampu menyemburkan 354 HP yang memungkinkan 158 berakselerasi 0-100 kph dalam empat detik dan punya kecepatan maksimum 180 mph atau setara dengan 289 kph.

Untuk alur dari gigi 1-2-3-4, dengan 3 pedal, yaitu pedal kopling di sebelah kiri dan yang hebatnya; pedal gas di tengah dan rem di kanan. Coba bandingkan dengan Alfa Romeo C39 tunggangan Kimi Raikkonen yang terpaut tujuh puluh tahun dari Alfa Romeo 158 tunggangan Nino Farina. C39 bermesin 1.6 L V6 Turbo Hybrid bertenaga 1,013 HP, rear engine, RWD.

Mampu berakselerasi 0-100 kph dalam dua detik dan punya kecepatan maksimum 220 mph atau setara dengan 354 kph. Pengoperan gigi menggunakan sequential pedal shift pada Steering wheel. Faktor-faktor yang menentukan evolusi mobil Formula 1 dalam perjalanan tujuh puluh tahun adalah sudah tentu regulasi yang diterapkan FIA, dengan menjunjung tinggi norma keselamatan dan lingkungan. Cabang Motorsport dimanapun termasuk F1 selalu belajar dari kesalahan dan memperbaikinya. Menurunkan tingkat kecelakaan serta ikut berperan mengurangi emisi dan penggunaan bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *