Tangerang – Saat usainya Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) di Gresik, Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro manfaatkan waktu senggang untuk layani konsumen setianya di kafe kepunyaannya percaya WCP Kafe.

Ya, hampir tiga bulan semakin, beberapa aktor sepa kbola di Tanah Air stop dari kesibukan di atas lapangan hijau. Saat Shopee Liga 1 2020 disetop oleh Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (PSSI) tengah Maret lalu waktu masuk minggu ke tiga sebab menyebarnya virus corona, beberapa pemain serta official team juga manfaatkan waktu senggang itu dengan bermacam langkah.

Ada yang buka usaha baru, ada pula yang melanjutkan usaha yang telah dirintis seperti pelatih Persita Tangerang Widodo C Putro yang telah mempunyai satu kafe semenjak enam tahun kemarin.

“Dua bulan kan tutup, terus ini tempo hari telah ada new normal, saya membuka Kafe serta saya turun langsung untuk isi kekosongan waktu yang ada,” kata Widodo C Putro, Selasa (30/06/2020).

Lalu pekerjaan apakah yang dilaksanakan Widodo C Putro di Cafenya? Pria yang sempat menggarap Bali United ini menjelaskan, semua pekerjaan yang dirasanya membutuhkan pertolongan, dia langsung turun tangan.

Mulai dari kepentingan dapur sampai mengantar pesanan pada konsumen setia yang telah menunggunya. “Ya, saya membantu di dapur, terus kasir. Pokonya apa yang penting ditangani ya saya lakukan termasuk juga membuat kopi untuk konsumen setia,” katanya.

Penghasilan Turun

Walau kafe kepunyaannya telah membuka kembali lagi, Widodo tidak menyanggah bila penghasilan cafenya turun dari sebelum ada epidemi virus corona.

Selanjutnya Widodo menjelaskan cafenya masih menetapkan prosedur kesehatan dengan ketat untuk jaga jarak
antar konsumen setia hingga tidak ada keramaian yang berlangsung. “Ya tentu masih ada (pengurangan penghasilan),” kata Widodo.

“Walau new normal, tetapi kan masih ada ketentuan. Ada prosedurer kesehatan, mereka juga semakin berhati-hati. Serta jam 22.00 WIB telah tutup. Semoga jika telah normal, naik lagi. Rejeki kan tidak dapat kita uber-uber terus, telah ada yang mengendalikan, yang perlu kita usaha,” sambungnya akhiri perbincangan.

Jepang Jemput Api Olimpiade Tokyo 2020 Tanpa 2 Pejabat Tinggi – Sebuah pesawat yang ditugaskan untuk menjemput api. Olimpiade di Athena, Yunani, telah diberangkatkan dari Bandara Internasional, Jepang, Rabu (18/3/2020) waktu setempat. Namun, di dalam pesawat tersebut tidak ada delegasi atau perwakilan dari pejabat tinggi Olimpiade Tokyo 2020.

Jepang Jemput Api Olimpiade Tokyo 2020 Tanpa 2 Pejabat Tinggi

Jepang Jemput Api Olimpiade Tokyo 2020 Tanpa 2 Pejabat Tinggi

Pihak Olimpiade Tokyo 2020 memilih untuk tidak mengirimkan dua pejabat tinggi mereka, Yoshiro Mori (Ketua Komite Olimpiade Tokyo 2020), dan Seiko Hashimoto (Menteri Olimpiade Jepang). Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi penularan virus corona. Baca juga: Mayoritas Warga Jepang Minta Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Virus corona, yang saat ini ditetapkan sebagai pandemi global telah merenggut ribuan nyawa manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Sistem Sains dan Teknik Johns Hopkins University, Amerika Serikat, hingga Rabu (18/3/2020), pukul 14.00 WIB, sudah ada 7.954 nyawa yang melayang akibat virus tersebut. Yunani sendiri termasuk dalam negara dengan kasus corona cukup tinggi di dunia, yakni 387 kasus. Nantinya, obor olimpiade akan diserahkan secara simbolis kepada Duta Besar Jepang untuk Yunani. Kualifikasi Tinju Olimpiade 2020 di London Digelar Tanpa Penonton Obor itu.

Kemudian akan diserahkan kepada tim khusus pembawa obor Olimpiade Tokyo 2020 yang telah berada di Yunani sejak pekan lalu, untuk di bawa “pulang” ke Jepang. Obor tersebut dijadwalkan mendarat di Pangkalan Udara Matushima, Jepang, pada Jumat (20/3/2020), waktu setempat. Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu event olahraga yang masih “kebal” virus corona. Pesta olahraga empat tahunan itu belum ada tanda-tanda bakal ditunda meskipun infeksi virus corona semakin meluas.

Tinju Tanpa Penonton Komite Olimpiade Internasional (IOC), telah menyatakan komitmen mereka untuk tetap melangsungkan Olimpiade Tokyo 2020 sesuai jadwal. “IOC tetap berkomitmen penuh untuk menggelar Olimpiade Tokyo 2020. Dengan empat bulan wakitu tersisa tidak rencana perubahan drastis (ditunda),” demikian pernyataan IOC. “IOC mendorong para atlet untuk terus mempersiapkan diri sebaik mungkin menuju Olimpiade Tokyo 2020,” tulis pernyataan yang sama.

Junior Kita di Masa Depan Tunggal Putri Indonesia yang Mengkilat di Level Junior – Pertandingan di sektor tunggal puteri pada ajang. MOLA TV – PBSI Home Tournament 2020 berakhir. Gregoria Mariska Tunjung menjadi juara setelah menang atas Putri Kusuma Wardhani sekaligus membalas kekalahan pada pertandingan di babak grup sebelumnya. Hasil ini menggagalkan banyak harapan pencinta bulutangkis agar. Putri kembali menang dengan mengalahkan seniornya tersebut di usinya yang masih level yunior (U-19).

Junior Kita di Masa Depan Tunggal Putri Indonesia yang Mengkilat di Level Junior

Junior Kita di Masa Depan Tunggal Putri Indonesia yang Mengkilat di Level Junior

Padahal, di babak semifinal, para pemain yunior Putri KW, Asty, dan Saifi. Membuat kejutan dengan mengisi 3 tempat dan mengepung Jorji, panggilan akrab Georgia. Tapi akhirnya sang senior, yang usianya pun belum genap 21 tahun. Mampu membuktikan bahwa posisi unggulannya bukan sekedar posisi di atas kertas. Dengan permainan yang jauh lebih bagus dibandingkan saat babak grup. Jorji begitu mendikte Putri sehingga lawannya itu banyak melakukan kesalahan dan gagal mengulang kesuksesannya di babak grup.

Meski gagal, namun setidaknya para pemain yunior ini sudah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan seniornya. Ini merupakan kabar gembira buat pencinta bulutangkis Indonesia yang ingin melihat prestasi bulutangkis negeri ini ada yang meneruskan di masa mendatang. Dengan pembinaan yang memadai bagi pemain yunior, melalui dihidupkannya Kembali pelatnas utama dan pratama.

Sebab, melihat sejarah ke belakang, tidak semua pemain tunggal puteri. Indonesia yang berprestasi mengkilat di level yunior mampu berprestasi yang sama atau bahkan melebihinya saat sudah menginjak level senior. Ada yg berhasil dan mencapai puncaknya, ada yang sempat naik lalu tenggelam. Bahkan ada yang setelah yunior langsung stagnan dan menghilang. Berikut nama-nama pebuultangkis tunggal puteri Indonesia yang berprestasi baik di level yunior dan nasibnya saat senior. Pembahasan kali ini dibatasi hanya untuk pebulutangkis yang pernah berprestasi bagus di level yunior.

Prestasi Susi Susanti yang spektakuler di level senior

Sesungguhnya sudah dirintis sejak masa kecil saat berlatih di Tasikmalaya yang membuatnya dipinang oleh dua klub besar Indonesia, PB Jaya Raya dan PB Djarum. Karena alasan kedekatan dengan keluarga, Susi memilih PB Jaya Raya yang terletak di Jakarta. Hanya berselang setahun, Susi sudah mampu menginjakkan kakinya di pelatnas untuk berlatih bersama pebulutangkis nasional lainnya.

Tahun 1987, Susi memulai dengan prestasi ciamik dengan memborong gelar juara dari semua nomor yang bisa diikutinya (tunggal, ganda, dan ganda campuran) pada Kejuaraan Invitasi Bulutangkis yunior Bimantara di Jakarta. Gelar juara tunggal puteri diraih dengan mengalahkan Tang Jiuhong (China) yang selanjutnya menjadi saingan berat di level senior. Tahun berikutnya, Susi kembali menjadi yang superior pada gelaran yang sama meski hanya berhasil meraih dua gelar, yaitu tunggal puteri dan ganda puteri.

Prestasi Susi di level senior tidak instan, meroket tiba-tiba, melainkan bertahap namun meyakinkan. Saat berusia 16 tahun, Susi sudah mampu melaju ke babak perempat final kejuaraan dunia 1987 dengan menundukkan Kirsten Larsen, juara All England tahun itu. Setahun berikutnya, Susi sudah masuk tim uber cup dan berperan mengantarkan tim masuk ke babak semi final. Di semi final, Susi nyaris membuat kejutan saat sudah mencapai matchpoint melawan Han Aiping.

Namun, di tahun berikutnya ia sudah mampu membalas kekalahannya tersebut sekaligus menjadi juara pada Kejuaraan Piala Dunia Bulutangkis 1989 yang diadakan di Beijing (meskipun dibalas lagi di putaran Final Grandprix di Singapura). Tahun itu juga, Susi mampu merangsek melewati pemain top dunia dengan melaju ke babak Final All England sebelum dihentikan ratu tunggal puteri saat itu, Li Lingwei. Masih di tahun yang sama, Susi menunjukkan permainan sangat memukau saat berperan besar membantu Tim Indonesia meraih Piala Sudirman 1989 dengan mengalahkan Lee Young Suk.

Nyaris kalah di set kedua dalam kedudukan 6-10 setelah takluk di set pertama

Susi mampu membalikkan keadaan dan menang hingga terberitakan bahwa Lee ditampar pelatihnya yang mungkin gemas karena kehilangan peluang meraih piala yang sudah di depan mata. Pada set ketiga, Susi menggila dengan tak memberikan satu angka pun pada Lee. Tahun berikutnya adalah perjalanan Susi yang dilalui dengani prestasi demi prestasi melalui gelar di berbagai turnamen individu besar hingga puncaknya meraih emas Olimpiade Barcelona 1992 dan Kejuaraan Dunia 1993.

Gelar Susi sangat lengkap. Hanya medali emas Asian Games yang belum diraihnya, yang diakuinya sendiri merupakan. Bukti bahwa dia adalah manusia biasa yang punya kekurangan juga. Upayanya meraih emas di Asian Games 1998 di Bangkok harus dia hentikan karena kehamilan. Puteri pertama dari pernikahannya dengan sesama peraih emas Olimpiade 1992 Alan Budi Kusuma. Tidak sia-sia perjuangan Susi. Prestasinya yang cemerlang di masa yunior berhasil dia. Pertahankan bahkan dinaikkan levelnya hingga dia menjadi legenda dunia bulutangkis dengan anugerah Hall of Fame tahun 2004 dari IBF.

Yuni Kartika lebih muda dua tahun dari Susi dan pernah berjuang bersama Susi. Tahun 1989, Yuni mampu mencapai semi final Kejuaraan Invitasi Yunior Bulutangkis Dunia Bimantara 1989 meski gagal masuk final. Setahun kemudian, Yuni berhasil menyempurnakan capaiannya dengan menjadi juara tunggal puteri di ajang yang sama di usianya yang ke-17. Ini seolah menegaskan kesiapannya untuk bersaing di level senior. Tahun berikutnya, di usia 18 tahun, Yuni mulai meraih prestasi di level senior meski tidak sehebat Susi, yaitu dengan meraih posisi semi finalis di ajang Kejuaraan Belanda Terbuka 1991 lalu Semi Finalis Indonesia Terbuka 1992 dan Finalis Malaysia Terbuka 1992.

Yuni juga ikut ambil bagian dalam Tim Uber cup yang merebut piala Uber Cup

Sayangnya, di saat dia tengah berusaha meraih prestasi yang lebih baik, ujian menimpanya. Keluarganya tertimpa musibah, saat Yuni tengah bertanding di Malaysia. Ibunya meninggal dunia, sementara Ayah dan saudaranya sempat kritis di Rumah Sakit. Beruntung Ayah dan saudaranya berangsur pulih. Namun mental Yuni terlanjur terpuruk. Shock yang dialaminya membuat konsentrasi bermainnya terganggu sehingga ia sempat berhenti. Yuni Kembali ke lapangan tahun 1994 dan kembali maju ke babak semifinal di Kejuaraan Swedia Terbuka dan Indonesia Terbuka.

Tahun tersebut meskipun dia tidak dimainkan di babak semifinal dan final. Yuni masih bermain hingga tahun 1996, namun ia merasa tidak mampu bermain dengan baik hingga akhirnya memutuskan pensiun di usianya yang baru menginjak usia 23 tahun. Generasi sekarang mungkin hampir tidak ada yang mengenal Kristin Yunita, padahal dia adalah pemegang gelar juara tunggal puteri pada ajang resmi Kejuaraan. Dunia Yunior bulutangkis Dunia yang diadakan pertama kali di Jakarta dengan mengalahkan Yao Yan.

Sayang, karier Kristin mandeg setelah itu. Tak ada catatan prestasinya sama sekali. Dia tenggelam saat lawan-lawannya di level yunior mulai wara wiri meraih prestasi di level yunior seperti. Mia Audina, Yao Yan atau bahkan Hang Jingna. Juara ganda puteri di gelaran yang sama yang kemudian menjadi pemain tunggal puteri top dunia. Infonya, cedera menjadi alasan terhambatnya prestasinya tersebut hingga akhirnya Kristin mundur dari dunia bulutangkis di usia yang masih muda. Mia Audina memang “hanya” mampu menjadi semifinalis pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Yunior Bimantara Tahun 1992.

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual – Nama Elena Myers mungkin tak familier di telinga, termasuk bagi para penggemar balap motor sekali pun. Meski begitu, wanita kelahiran November 1993 telah mencatat rekor cemerlang di karir profesionalnya yang singkat. Mulai Membalap di Usia Beli. Elena kecil mulai membalap dengan pocket bike berkapastas 35 cc. Bakat dan kemauan segera mengantarkannya pada jok minibike hingga akhirnya berkenalan dengan mesin supermoto 80 cc.

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual

Elena Myers Talenta yang Terjegal oleh Trauma Seksual

Pada usianya yang ke-13, dia menapak di kejuaraan grand prix motor yang diselenggarakan di Amerika Serikat (USGPRU). Kala itu Elena tampil di kelas 125 cc. Adalah John Ulrich, pemilik tim balap Team Hammer yang melihat bakat Elena dan kemudian menyerahinya sebuah Honda RS 125 cc rakitan 1997. Team Hammer sendiri adalah sebuah tim yang didirikan oleh Ulrich dan seorang pebalap profesional, Bruce Hammer, pada 1980. Tim ini kemudian berkembang menjadi salah satu tim besar di AS hingga kini.

Kompetisi itu diikuti Elena hingga 2009 di mana usianya genap 16 tahun. Banyak podium dikoleksinya termasuk diantaranya beberapa kemenangan. Hingga pada November 2009, saat dia mendapatkan lisensi untuk membalap di ajang yang diselenggarakan oleh American Motorcyclist Association (AMA), Ulrich berniat membawa gadis itu ke kejuaraan AMA Pro Supersport 600 cc. Musim 2010 menjadi debutnya di ajang kejuaraan AMA Pro. Berbekal Suzuki GSX-R 600 yang diracik kru Team Hammer, Elena melanglang di 10 sirkuit yang masuk dalam kalender balap selama semusim.

Hal itu tak lepas dari absennya wanita mungil itu pada 3 balapan akibat cidera pergelangan tangan

Infineon Raceway (kini Sonoma Raceway) yang menjadi seri ke-4 musim 2010 menjadi saksi bagi rekor yang diciptakan Elena. Pada Race 1, Elena berhasil meraih kemenangan pertamanya. Raihannya itu menjadi luar biasa sebab dia pun menjadi pebalap wanita pertama yang mampu menjadi kampiun di kelas itu. Di akhir musim, ia pun mencatatkan diri di papan atas yakni posisi ke dua klasemen akhir untuk West Championship. Kejuaraan AMA Pro saat itu, tepatnya dari musim 2009 hingga 2013, terbagi menjadi 3 bagian yakni West, East dan National Championship. Di tahun 2011, posisinya melorot ke rangking 5.

Dari seluruh seri yang dijalaninya, Myers mampu mengoleksi 1 podium ke tiga dan 5 kali finish di posisi lima besar. Kemenangan ke duanya diraih pada musim 2012. Di Daytona International Speedway Race 2, Myers berhasil mencapai garis finish hanya 0.240 detik di depan finisher ke dua. Di race itu, Myers berebut posisi pertama dengan 4 pebalap lainnya. Rekor lain yang dicatatnya adalah finish di urutan ke-9 di event tahunan yang sudah digelar sejak 1937, Daytona 200 pada musim 2014.

Posisi ini dicatat sebagai finish terbaik yang dapat dicapai oleh seorang pebalap wanita. Rekor sebelumnya ditorehkan oleh pebalap Honda, Melissa Paris yang pada 2011 menempati posisi ke-11. Di balapan yang menempuh jarak total 200 mil itu, Myers turun dengan mengendarai Triumph Daytona 675R. Selain mengendarai motor pabrikan, Myers pun pernah menjajal motor prototype. Adalah bos Rizla Suzuki MotoGP, Paul Denning, yang memberinya kesempatan untuk memacu Suzuki GSV-R pada 2011. Saat itu, Myers yang masih berusia 17 tahun mampu memacu motor tunggangan Alvaro Bautista hingga kecepatan 190 MpH di lintasan lurus sirkuit Indianapolis, AS.

Denning pun berkomentar bahwa Myers memiliki masa depan cerah di dunia balap motor

Namun semua catatan itu terhenti setelah Myers mengumumkan untuk undur diri dari event balap Superbike MotoAmerica (sebelumnya AMA Pro). Dikatakan bahwa timnya, 21Motorsport, mengalami kesulitan dalam mendapatkan sponsor untuk musim 2016. Sebuah ironi mengingat dirinya yang mampu berada di posisi ke-5 klasemen akhir pada gelaran 2015. Mengalami Pelecehan Seksual Pengakuan mengejutkan menyeruak pada 2017 lalu. Saat Myers mengungkapkan kepada.

Philadelphia Magazine bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual di sebuah hotel di Philadelphia di sela kegiatan balapnya di akhir pekan. Adalah Jerome McNeill, seorang pria yang berprofesi sebagai fisioterapis di Loews Hotel yang disebutnya telah melakukan tindakan tak senonoh pada September 2014 silam. Selain terhadap Myers, McNeill pun pernah bermasalah dengan hukum diantaranya pada 2007 saat dirinya diadili dalam kasus perkosaan seorang remaja 12 tahun.

Kasus itu diakui Myers telah mengganggu psikisnya. Hal itu membuat dirinya sering dilanda kecemasan, perasaan yang sebelumnya tak pernah muncul dari dirinya. Saat itu, dirinya gamang untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. Yang dipikirkannya hanyalah menyelesaikan lomba dengan baik. Dia berharap pengakuannya itu akan menjadi penglepasannya ke dalam sebuah kehidupan baru. Selain menjadi sebuah contoh bagi pihak lain yang mengalami kejadian serupa untuk tidak menutup mulutnya dari melaporkan pengalaman buruknya kepada pihak berwajib.

Fabio Quartararo Menangi MotoGP Andalucia Rossi Podium Ketiga – Fabio Quartararo kembali menjuarai MotoGP seri Andalucia yang digelar di sirkuit Jerez Spanyol hari ini. Melenggang tanpa halangan sejak start, Quartararo menang mudah. Podium dua diduduki oleh Maverick Vinales dan Valentino Rossi meraih podium 3. Hari ini rider Yamaha menyapu bersih podium. Marc Marquez kemarin sempat dinyatakan fit untuk balapan setelah menjalani operasi patah lengan pasca jatuh di Jerez minggu lalu.

Fabio Quartararo Menangi MotoGP Andalucia Rossi Podium Ketiga

Fabio Quartararo Menangi MotoGP Andalucia Rossi Podium Ketiga

Namun Marquez memutuskan absen balapan minggu ini dan memilih untuk memulihkan kondisinya dahulu. Alex Rins dan Cal Crutchlow yang sama cedera minggu lalu, kembali balapan minggu ini. Pembalap paling happy hari ini tentu Valentino Rossi. Minggu lalu di Jerez, The Doctor gagal finis setelah motornya mogok. Ia membalas hasil buruk itu dengan meraih podium ketiga. Podium ini sekaligus merupakan podium ke 199 kali untuknya selama berkarir di kelas premier. Balapan terdiri dari 25 lap dan balapan ini merupakan balapan terpanas selama digelar di Jerez.

Terpanas dalam arti sebenarnya ya, kondisi trek mencapai 60 derajat. Pecahkan telur di trek, langsung mateng tuh telur. Valentino Rossi memulai balapan dari posisi 4. Selepas start, Quartararo merangsek ke depan. Tumben Rossi start sempurna dan merangsek ke posisi dua. Vinales yang ada di posisi 3 mengejar Rossi buat posisi dua. Jarak Rossi dan Vinales tipis saja. Sementara di posisi 4 ada Pecco Bagnaia yang membayangi. Lap ketiga, Quartararo makin melaju di depan dan Vinales masih menempel ketat The Doctor. Vinales nyaris lewati Rossi dari sebelah dalam namun tidak berhasil.

Lap kelima, jarak Quartararo dan Rossi terpaut 2,8 detik. Tak mungkin untuk menyalip, Rossi lebih baik mempertahankan posisinya dari incaran Vinales. Lap kesembilan, Miller yang sukses lewati Bagnaia, kini mengincar posisi Vinales. Tapi Bagnaia malah yang berhasil overtake Miller. Bagnaia gaspol mengejar Vinales. Entah apa yang terjadi dengan Vinales, ia melambat dan mudah saja dilewati oleh Bagnaia, Miller dan Morbidelli. Lap kesebelas, Jack Miller jatuh dan out dari balapan. Bagnaia menempel ketat Rossi dan sukses lewati dari sisi sebelah dalam. Rossi ketiga sekarang. Sementara jarak Quartararo ke Bagnaia terpaut 4,6 detik. Quartararo bisa kali ngopi ngopi ganteng dulu.

9 Lap Tersisa Vinales Ngajak Rossi Duel Lag Berebut Posisi tiga

Lap ketigabelas, Morbidelli ancam Rossi buat posisi 3. Tahun depan Morbidelli kemungkinan besar akan satu team dengan Rossi di Yamaha Petronas SRT. Sayang di lap keenambelas, Morbidelli apes. Motornya bermasalah dan mogok. Morbidelli out dari balapan. Terlihat Vinales sabar mencari celah dan Rossi juga pintar menutup racing line. 7 lap tersisa, gantian Pecco Bagnaia yang kena apes. Asap tebal keluar dari knalpot motornya tanda mesin motornya bermasalah. Nggak perlu menunggu lap usai untuk Bagnaia keluar dari trek.

Bagnaia kesal luar biasa. Lagi posisi 2 kok mogok. Tapi Andalucia memang penuh drama, selain motor mogok, banyak juga pembalap yang jatuh dan gagal finis. Keluarnya Pecco membuat Rossi naik ke posisi dua dan Vinales naik ke posisi tiga. Podium di depan mata. Namun Vinales tak mau finis ketiga. Ia kejar dan temple ketat Rossi. Sampai beberapa lap, Vinales tak mau menjauh dari Rossi. 2 lap tersisa, Vinales melihat celah di sisi dalam dan coba menyalip. Tapi Vale pertahankan posisi.

Sayanggggg di sektor terakhir Rossi melakukan kesalahan dan melebar hingga mudah saja diovertake Vinales. Dohhhh aki-aki ini. Vale tak punya kesempatan untuk melawan karena keburu lap terakhir dan Vinales juga terlalu kuat. So Quartararo melenggang aman ke finis, diikuti oleh Vinales di posisi dua dan Rossi happy podium ketiga. Tim Yamaha happy karena tim pabrikan dan satelit melengkapi podium. Terlihat Lin Jarvis tertawa lepas. Rossi pun sama meluapkan kegembiraan dengan melakukan selebrasi naim ke pembatas gravel dan teriak-teriak ke Marshal, ya abis penontonnya nggak ada hehehehe.

Congratulations Rossi, moga podium kali ini bukan karena kebetulan yes. Kebetulan Marquez nggak ada huehehe. Berikut adalah hasil selengkapnya seri Andalucia dan posisi di klasemen sementara. Fabio Quartararo memuncaki klasemen sementara. Jagoan buat juara dunia nih

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo – Jika ingin dikenang abadi, perlihatkan aksimu di panggung yang megah. Dan tak ada yang lebih akbar dari Olimpiade. Olimpiade Athena 2004 yang historis sejatinya terselenggara dengan baik, banyak dipuji sebagai satu yang terbaik yang pernah terselenggara. Namun belakangan Olimpiade 2004 dinilai sebagai salah satu penyebab krisis parah Yunani. Harga mahal menjadi tuan rumah ajang olahraga akbar harus ditanggung rakyat Yunani.

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo

Sabar Menunggu Olimpiade Tokyo

Pada 2008 Olimpiade sampai ke Beijing, China. Penyulutan api kaldron dilaksanakan pada waktu yang cantik, tanggal delapan bulan delapan tahun dua ribu delapan, pukul delapan malam lewat delapan menit. Seperti prediksi pengamat bahwa untuk pertama kali China menjadi juara umum terbukti. Negeri tirai bambu mampu meraih 51 medali emas ! Jauh melebihi perolehan medali USA yang hanya menyabet 36 medali emas.

Di arena kolam renang Water Cube, Michael Pelsp menasbihkan diri sebagi The Greatest Olympian All the Time. Pelps meraih delapan medali emas dengan catatan enam world record plus satu olympic record, memecahkan rekor perenang Mark Spitz, juga dari USA, yang bertahan selama 36 tahun saat Olimpiade Munich 1972. Dengan enam medali emas sebelumnya yang didapat di Athena 2004, maka 14 keping emas telah diraih pemuda dari Baltriomore ini untuk diri dan negaranya, USA.

Beijing 2008 juga ditandai rekor fantastis

Selain Pelps, Sprinter Usain Bolt (Jamaika) juga bersinar terang, ia melesat bak hewan Cita di lintasan atletik stadion Sarang Burung. Bolt menggapai puncak kejayaan dunia dengan tiga medali emas plus menciptakan rekor dunia 100 M, 200 M, dan estafet 4 x 100 M, tiga hari berturut-turut! Olimpiade pertama yang membuat Bolt menjadi legenda hidup.

Kontingen Indonesia sendiri masih belum mampu memperbaiki prestasi medali emas. Satu-satunya medali emas lagilagi dari badminton, nomor ganda putra Markis Kido/ Hendra Setiawan. Hendra dan Kido menang meyakinkan dari duet tuan rumah Cai Yun/Fu Haifeng di pertandigan final yang berlangsung tepat di hari kemerdekaan RI ke 63, pada 17 Agustus 2008.

London kembali menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2012, ini untuk ketiga kalinya bagi ibukota Inggris mendapat kehormatan. Dari semua upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade yang pernah saya saksikan, saya menilai Olimpiade London 2012 paling spektakuler. Banyak pertunjukan dari musisi, artis, sosok ikonik yang berasal dari Inggris mengisi acara pertunjukan yang memukau penonton di Stadion Olimpic dan layar kaca.

Rumor Hengkang Marc Marquez dan Pengakuan Jujurnya tentang Valentino Rossi – Mungkin banyak yang tidak menduga bahwa juara dunia MotoGP, Marc Marquez memiliki idola pembalap yang sekarang dijadikan panutannya dalam teknik membalap di lintasan MotoGP. Hal tersebut dikemukakannya kepada Tuttomotoriweb.com. Dalam situs tersebut, Marquez blak blakan berpendapat tentang Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Bagaimana Valentino Rossi membalap, begitu juga Mick Doohan, Dani Pedrosa, dan Alex Criville yang jadi pembalap Spanyol pertama yang menang di kelas 500cc.

Rumor Hengkang Marc Marquez dan Pengakuan Jujurnya tentang Valentino Rossi

Rumor Hengkang Marc Marquez dan Pengakuan Jujurnya tentang Valentino Rossi

Namun dari daftar itu, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi adalah sosok yang paling banyak menang ketika saya masih muda dan saya coba untuk tiru teknik dan gerakan mereka di lintasan,” kata Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb. Teknik Rossi dan Pedrosa ini yang ditiru Marquez dalam mengarungi lintasan balap MotoGP selama ini. Dalam debutnya pada tahun 2013, Marquez akhirnya bisa mewujudkan impiannya beradu pacu di lintasan balap dengan idolanya, Valentino Rossi dan Pedrosa.

Pada MotoGP tahun 2013 tersebut. Marquez bersaing dengan Pedrosa dan Rossi sejak dirinya naik kelas ke level MotoGP. Rupanya Marquez tidak hanya sekadar ada di kelas yang sama. Dia bahkan langsung jadi juara dunia di MotoGP tahun 2013 tersebut. Sekaligus ini merupakan musim debut bagi dirinya. Beberapa kali juga Rossi dan Pedrosa harus mengakui keunggulan Marquez dalam ajang MotorGP yang mereka ikuti pada tahun tahun berikutnya. Ini yang dilakukan Marquez ibarat senjata makan tuan bagi Rossi dan Pedrosa.

Bagaimana kesan indah debutnya pada MotoGP tahun 2013 tersebut. Kepada situs tersebut Marquez juga memberikan keterangan. MotoGP 2013 adalah musim yang menurut saya paling menyenangkan. Tidak ada banyak tekanan, meskipun di beberapa seri terakhir saya merasakan itu.” Demikian Marquez seperti dilansir Tuttomotoriweb. Anak muda ini memang luar biasa. Marquez sangat berbakat sehingga dalam debut tahun pertamanya diajang MotoGP 2013, dia langsung menyabet gelar juara dunia. Sejak itu, Marquez kemudian menjelma jadi penguasa ajang MotoGP..

Setelah debutnya diajang MotoGP 2013 itu Marquez kemudian meraih enam gelar juara dunia

Dan hanya satu kali gagal yaitu pada MotoGP 2015 yang saat itu dimenangkan oleh Jorge Lorenzo. Mungkin Marquez tidak pernah menyangka dengan meniru ilmu balap dari dua pembalap Rossi dan Pedrosa bisa merajai MotoGP hingga saat itu. Terlepas dari prestasi Marc Marquez yang menakjubkan ini, beberapa pekan ini beredar rumor bahwa Marc Marquez akan meninggalkan Honda.

Pada musim balap tahun depan beredar nama Pol Espargaro sebagai kandidat kuat pembalap Honda pengganti Alex Marquez. Bos Honda sendiri, Alberto Puig, pernah mengatakan tentang dominasi Marc Marquez dalam mengambil keputusan di Tim Honda. Dengan duet Marc Marquez dan Alex Marquez, plus Emilio Alzamora, Honda merasa keluarga Marquez bakal bisa lebih dominan dalam beberapa hal perundingan terhadap tim. Seperti dikutip situs Tuttomotoriweb tersebut di atas, Alberto Puig mengambil langkah ini memiliki tujuan.

Dengan masuknya Espargaro, hal ini demi mengurangi kekuatan Marquez dalam hal kebijakan dan pengambilan keputusan di Honda. Tentunya ini suasana yang tidak menyenangkan bagi Marc Marquez. Pembalap Spanyol ini merasa kecewa dengan sikap Puig ini. Jelas ini berarti Alberto Puig akan menyingkirkan adiknya, Alex Marquez dari tim Honda. Sebenarnya jika Alex Marquez belum menunjukkan kemampuannya di atas motor Honda pada musim ini maka hal itu wajar karena darurat pandemi corona.

Oleh sebab itu bagi Marc Marquez dirasa tidak masuk akal bagi Honda untuk mempertimbangkan pembalap lain saat ini. Adiknya, Alex seharusnya tetap diberi kesempatan masuk tim tahun depan. Marquez, yang sebelumnya sudah sepakat mengikat kontrak hingga MotoGP 2024 mendatang, dengan rumor yang berkembang, maka kini Marquez punya peluang untuk hijrah ke tim lain. Suasana ini benar-benar tidak kondusif bagi Marc Marquez. Namun dia tetap merasa yakin masih memiliki posisi tawar yang kuat menghadapi Honda. Musin MotoGP 2021 memang masih lama. Dalam beberapa bulan kedepan pasti ada dinamika yang selalu berkembang.

Seko Fofana wajar dipilih jadi pemain paling baik alias man of the match dalam pertandingan Serie A 2019-20 di antara Udinese versi Juventus, Jumat (24/7/2020) pagi hari WIB. Udinese sukses memenangkan pertandingan ini dengan score 2-1. Pernah ketinggalan terlebih dulu karena gol Matthijs de Ligt, Udinese sukses bangun di set ke-2 serta pastikan kemenangan karena gol Illija Nestorovski serta Seko Fofana.

Karena hasil ini, Juventus harus senang masih mengumpulkan point 80 serta sangat terpaksa tunda kejelasan Scudetto. Disamping itu, Udinese sukses naik ke rangking 15 dengan point 39.

Perform Bagus Seko Fofana

Kecuali jadi penentu kemenangan Udinese dengan cetak gol di beberapa menit paling akhir, Fofana tampil cemerlang selama laga.

Fofana mencatat ketepatan umpan sampai 94 % dan melepas dua shooting yang diantaranya menghasilkan gol kemenangan Udinese.

Tidak itu saja, Fofana tertera 5 kali lakukan dribble sukses. Angka ini adalah yang paling banyak antara pemain yang lain.

WhoScored memberi rating 8,4 pada perform Seko Fofana dalam pertandingan ini, membuat jadi pemain paling baik.

Hamilton Juarai GP F1 Styrian Austria 2020 – Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton berhasil mengunci gelar podium pertama GP Styrian 2020 yang berlangsung di sirkuit Red Bull Ring, Austria pada Minggu 12 Juli 2020 kemarin. Ini menjadi kemenangan ke-85 bagi Hamilton sepanjang karirnya di F1. Kini Hamilton terpaut 6 kemenangan saja dari pemegang rekor balapan terbanyak sepanjang sejarah F1, Michael Schumacher. Posisi kedua juga disegel pebalap Mercedes, Valtteri Bottas yang berhasil merebutnya dari pebalap tim tuan rumah, Red Bull, Max Verstappen, empat lap sebelum balapan berakhir.

Hamilton Juarai GP F1 Styrian Austria 2020

Hamilton Juarai GP F1 Styrian Austria 2020

Posisi empat berhasil dipertahankan oleh pebalap tim tuan rumah lainnya, Alex Albon, yang berhasil mempertahankan posisinya dari sergapan Sergio Perez hingga akhir balapan. Sial bagi Perez, side plate sayap depan mobilnya patah setelah bersenggolan dengan mobil Albon, sehingga mengurangi kecepatannya. Ia pun mengikhlaskan posisi empat bagi Albon. Malang tak dapat ditolak untung pun tak dapat diraih.” Beberapa meter jelang garis finish, Norris tiba-tiba menyodok dari belakang untuk “mencuri” posisi lima Perez. Nasib sial juga menimpa tim kuda jingkrak, Ferrari.

Kedua pebalapnya tersungkur di awal-awal balapan setelah Leclerc berbuat “asusila” dengan menyundul mobil rekannya sendiri. Sayap depan mobil Leclerc patah, sementara sayap belakang Vettel copot. Selain itu side skirt mobil Leclerc juga mengalami kerusakan. SC (Safety Car) kemudian masuk lintasan, agar serpihan dari mobil tadi bisa dibersihkan. Setelah berhasil mengusung pebalapnya ke podium tiga pada balapan minggu lalu, Mc Laren cukup senang dengan hasil yang mereka capai pada balapan kali ini. Sainz Jr yang start dari posisi 3, memang cukup kecewa setelah terpuruk ke posisi 9.

Akan tetapi dia berhasil membukukan fastest lap, sehingga mendapat bonus 1 poin. Rekor Sainz Jr itu menyamai rekor Norris minggu lalu. Akhirnya Mc Laren menjadi pemegang rekor 2 fastest lap dari 2 balapan sepanjang musim 2020 ini. Lando Norris sendiri bermain gemilang. Start dari posisi 9 karena mendapat penalti turun 3 grid, Norris bermain tenang mencari aman. Beberapa lap jelang akhir balapan, barulah Norris bermain galak. Setelah berhasil melewati seniornya, Sainz Jr, ia kemudian berhasil melewati pebalap Renault, Ricciardo dan duo pebalap Racing point, Lance Stroll dan Sergio Perez untuk kemudian mengunci posisi lima.

Lewis Hamilton sang pemegang pole start paling depan diikuti oleh Max Verstappen

Carlos Sainz Jr (Mc Laren), Valtteri Bottas (Mercedes), Esteban Ocon (Renault), Alex Albon (Red Bull), Pierre Gasly (Alpha Tauri), Daniel Ricciardo (Renault), Lando Norris (Mc Laren) dan Sebastian Vettel (Ferrari) untuk melengkapi sepuluh besar pebalap. Cuaca yang cerah sangat kontras dengan hujan lebat pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya. Lap ke-1. Selepas start, Hamilton langsung melesat, sementara Max harus berjuang keras untuk menahan gempuran Sainz Jr.

Di sisi lain Bottas tidak mau gegabah untuk memaksa ke depan, tetapi ia hanya berusaha menjaga posisinya saja. Albon kemudian berhasil melewati Ocon, sementara Ricciardo melewati Gasly. Tak lama kemudian terjadi insiden pada kedua Ferrari. Menjelang tikungan ketiga, Leclerc yang melesat selepas start, kemudian tak dapat mengendalikan mobilnya ketika Pierre Gasly yang tepat berada di depannya melambatkan kecepatan mobilnya. Leclerc kemudian menyenggol Vettel.

SC kemudian masuk ke lintasan, sementara Kedua Ferrari itu kemudian masuk ke pit untuk memperbaiki mobil. Setelah mengganti sayap depan, Leclerc kemudian melanjutkan balapan. Tetapi tidak bagi Vettel yang kemudian menjadi pebalap pertama yang menyudahi balapannya. Lap ke-4. SC kemudian ke luar dari lintasan dan balapan dilanjutkan. Bottas kemudian melewati Albon. Satu lap kemudian, Leclerc masuk pit untuk menyudahi balapannya. Kini dua Ferrari out from the race.

Lap ke-7. Hamilton masih nyaman di posisi depan menjauh dari Verstappen dan Bottas yang baru saja berhasil melewati Sainz Jr. Di belakangnya ada Albon, duo Renault, Ocon dan Ricciardo. Sementara itu Lando Norris turun ke posisi 10 dibelakang duo Racing Point, Stroll dan Perez. Lap ke-19. Setelah beberapa lap berkejar-kejaran, Ricciardo kemudian berhasil melewati rekan setimnya untuk mengunci posisi enam. Lap ke-25. Verstappen menjadi pebalap pertama yang masuk pit untuk mengganti ban ke tipe medium. Kini Bottas naik ke posisi 2, tapi terpaut waktu cukup jauh dari Hamilton.

Lap ke-26 Pebalap Renault Esteban Ocon kemudian masuk pit

Bukan untuk mengganti ban, tetapi untuk mengakhiri balapan. Terlihat sedikit asap dari bagian bawah mobilnya. Tampaknya sistim pengereman mobilnya bermasalah. Sangat disayangkan Ocon harus mengakhiri balapan pas lagi sayang-sayangnya. Duel sengit selama beberapa lap dengan rekan setimnya kemudian “menodai” sistim pengereman mobilnya. Kemalangan seperti ini memang kerap menimpa tim yang tidak menerapkan “team-order” bagi kedua pebalapnya.

Lap ke-27. Race leader, Hamilton masuk pit. Sama seperti Verstappen, Hamilton juga memilih ban medium. Ada kemungkinan Hamilton memakai strategi satu pitstop saja. Ketika kembali ke lintasan, Hamilton menempati posisi kedua di belakang rekan setimnya. Bottas Lap ke-35. Bottas masuk pit untuk mengganti ban dari soft ke medium. Memang ada sedikit pertanyaan. Mengapa ban soft tersebut bisa bertahan samapai 35 lap, padahal pebalap biasanya akan mengganti ban pada lap ke-15 hingga ke-20. Ternyata jawabannya ada pada sesi kemarinnya.

Dimana semua pebalap memakai ban wet-race untuk sesi kualifikasi. Jadi ban soft tersebut sama sekali tidak dipakai, sehingga “umurnya” lebih panjang. Lap ke-37. Setengah balapan terlewati dimana sebagian besar pebalap sudah masuk pit untuk mengganti ban. Tapi Norris belum masuk pit. Ia kini berada di posisi empat dibelakang Bottas, Max dan Hamilton. Tetapi jaraknya dengan pebalap-pebalap di depannya sangat jauh. Pace-nya terlihat menurun sesuai dengan gradasi keausan ban. Tapi ia tampaknya punya rencana lain. Lap ke-40.

Setelah berduel sengit wheel to wheel, Sainz Jr berhasil menyalip Perez, namun Perez tak mau menyerah dan balik mengejar Sainz Jr, dan kemudian balik mempertahankan posisinya kembali. Walaupun sama-sama menggunakan mesin Mercedes, tapi tampak power Racing Point lebih besar di trek lurus daripada Mc Laren. Lap ke-66. Bottas memulai battle dengan Verstappen untuk merebut posisi 2. Kedua pebalap bertarung sengit tanpa rasa takut, saling bergantian memimpin di depan. Setelah bertarung sengit sepanjang dua lap, Verstappen akhirnya menyerah, dan membiarkan Bottas nyaman berada di depan.

Di belakang mereka duel untuk perebutan posisi empat antara Albon dan Perez pun dimulai

Lap ke-70. Perez battle wheel to wheel dengan Albon. Sebelumnya Perez sudah membalap kesetanan dengan membuat beberapa kali fastest lap untuk mengasapi Sainz Jr, Lance Stroll dan Ricciardo. Alih-alih mengasapi Albon, justru ia kini tertinggal semakin jauh dari mobil Red Bull. Sementara itu di belakang mereka, terjadi juga battle wheel to wheel antara Lance Stroll yang ingin mengkudeta Ricciardo yang berada di depannya.

Pada suatu tikungan tajam ke kanan, late-brake Stroll berhasil memaksa Ricciardo hingga ke luar lintasan. Namun Stroll kemudian terpaksa mengurangi kecepatan karena mobilnya pun kini berada di atas kerb. Ternyata di belakang keduanya Norris sudah mengintai dengan strategi sekali tepuk dua lalat kena. Dibantu DRS, dan normal brake, Norris segera menyodok ke depan lewat sisi dalam untuk melewati kedua pebalap sekaligus. Stroll yang panik segera menutup racing line untuk menahan Norris, dan berhasil. Akan tetapi Stroll belum aman.

Jaraknya terlalu dekat dengan Norris yang sewaktu-waktu bisa saja melibasnya, apalagi dengan ban yang lebih segar. Sebaliknya Ricciardo yang berada di luar lintasan terpaksa harus menyerahkan posisinya kepada Norris. Betul saja, beberapa saat kemudian Norris sudah menyerang lagi, dan akhirnya Stroll menyerah.

Valentino Rossi 25 Tahun Membalap Seorang Insan Motorsport – Catalunya GP, tahun 2009, tiga lap menjelang finish, duo pembalap Team Yamaha bertempur memperebutkan posisi pertama. Mereka telah meninggalkan lawan-lawan mereka di baris terdepan beberapa lap lalu. Yamaha YZR-M1 bernomor 46 ditunggangi Valentino Rossi berada di depan, sementara motor satunya bernomor 99 ditunggangi Jorge Lorenzo, hanya berjarak dengan selisih 0,2 detik di belakang. Musim 2009 sudah berlangsung lima seri dan Casey Stoner, pembalap Ducati tengah memimpin klasemen dengan selisih 5 point dari Lorenzo.

Valentino Rossi 25 Tahun Membalap Seorang Insan Motorsport

Valentino Rossi 25 Tahun Membalap Seorang Insan Motorsport

Rossi bertengger dibawahnya diikuti Dani Pedrosa dari Team Repsol Honda. Keempatnya merupakan para kandidat kuat perebut tahta juara MotoGP 2009. Rossi baru juara satu kali di Jerez. Sementara Stoner sudah juara di Losail dan Mugello, dan Lorenzo di Motegi dan Le Mans. Catalunya GP merupakan home grand prix Lorenzo. Seratus lima puluh ribu orang yang memadati Circuit de Barcelona — Catalunya riuh ketika Lorenzo merebut posisi pertama saat mereka berdua melewati garis start dan memasuki Lap ke 24. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa detik.

Menjelang braking zone pada bagian akhir straight, Rossi melakukan late braking dan kembali di depan Lorenzo. Ia menyalip dari sisi luar untuk memasuki turn 1. Sebenarnya Lorenzo menunjukkan bahwa ia mampu lebih cepat di straight maupun hairpin. Memasuki turn 10 di La Caixa, Lorenzo menyerang dari sisi luar namun belum berhasil hingga memasuki turn 16, Lorenzo kembali mendapatkan momentum untuk overtaking di straight. Memasuki turn 1 pada final lap, Rossi melakukan late braking kembali, namun gerakan itu sudah diantisipasi oleh Lorenzo.

Suara Guido Meda sang commentator membahana di siaran TV Italy

Selanjutnya Rossi berusaha terus mencari celah, namun Lorenzo melakukan segalanya dengan sempurna; akselerasi, deselerasi, cornering, inside-outside. Lap itu memang milik Lorenzo. Ketika memasuki La Caixa, Lorenzo menoleh sedikit ke belakang, memastikan jaraknya dengan Rossi. Lalu masuk turn 10, left-hand hairpin, masuk gigi 2, Rossi menyerang dari sisi luar. Lorenzo mempertahankan racing line, sementara Rossi mempertahankan jarak agar tidak kehilangan momentum. Di turn 14, right-hander, Rossi berusaha menyusup di sisi dalam, Lorenzo bertahan dengan sempurna, dan selepas turn 15 Rossi melakukan overtaking yang tidak disangka di sisi dalam memasuki turn 16, hingga finish.

Ce la fa! entrato, non ci credo! Non ci posso credere… cos’ha fatto, non ci posso credere, grande! Bravo! Rossi c’! Che gara, che sorpasso! Rossi c’! Che cavolo gli volete dire, bravo!” Kepalan tangan Rossi meninju ke angkasa. Ia baru saja mempercundangi rekan setimnya di home circuit nya sendiri. Pada tahun itu Rossi keluar sebagai juara dunia, yang merupakan gelar juara dunianya yang ke-9 semasa karier balapnya.

Valentino Rossi dikenal dengan beberapa julukan; “Rossifumi” yang terinspirasi dari Norifumi Abe; pembalap 500 cc asal Jepang yang membuat gebrakan pada tahun-tahun pertamanya. Beberapa tahun kemudian di era MotoGP, Rossi dikenal dengan julukan “The Doctor”, yaitu atas simbol respect, “gelar” kehormatan bagi Rossi. Dengan warna khas fluorescent yellow sebagai brand image pada atribut-atribut yang dikenakannya, Rossi juga pernah dapat julukan.

Pada hari perlombaan, ia akan selalu menyaksikan awal balapan Moto3 untuk melihat berapa lama lampu start tetap menyala sebelum padam di awal perlombaan. Sebelum naik Motornya dalam tiap sesi, baik itu saat balapan, kualifikasi, ataupun latihan, ia akan memulai ritual pribadinya dengan, membungkuk sekitar dua meter dari Motornya, seperti sedang stretching. Kemudian ia akan berjongkok dan memegang pasak kaki sisi kanan, dengan kepala tertunduk.

Konon Rossi selalu menempatkan satu sepatu boot di depan yang lain

Serta satu sarung tangan di depan yang lain, dan bahwa dia selalu mengendarai motor dengan cara yang sama dan turun dengan cara yang sama, yaitu dengan mengayunkan kaki kanan ke bagian depan Motor. Valentino Rossi lahir di Urbino, Marche, Italia. Ayahnya; Graziano Rossi adalah juara seri motor 250 cc di era 1977 s/d 1982. Rossi kecil memulai debut nya di motorsport saat berumur 5 tahun dengan sebuah Kart bermesin 100 cc hasil dari modifikasi sang Ayah.

Konon Rossi selalu menempatkan satu sepatu boot di depan yang lain

 

Pada umur 11 tahun memenangkan Regional Championship Kart, dan kembali juara lagi pada tahun-tahun berikutnya. Rossi juga memenangi beberapa kejuaraan nasional Minimoto. Untuk bisa balapan di kancah Formula 1, awal karier Rossi terbilang cukup baik dan sudah sesuai arah. Namun sayang karena terkendala biaya, Rossi harus banting setir ke Minimoto. Dengan bantuan beberapa kolega Ayahnya seperti pembalap motor; Virginio Ferrari dan Claudio Lusuardi, Rossi mulai membalap dengan Cagiva Mito 125 cc di kejuaraan nasional Italia, dari tahun 1993 hingga 1995. Kemudian ia berpindah mengendarai Aprilia 125 cc dan ikut kejuaraan eropa, bertengger di urutan 3 klasemen.

Rossi resmi ikut balapan di World Championship kelas 125 cc pada tahun 1996 bersama Team AGV Aprilia. Pada tahun itu di kelas 500 cc ada Mick Doohan, Carlos Checa, Kenny Roberts Jr, Loris Capirossi dan di kelas 250 cc ada Max Biaggi dan Sete Gibernau yang kelak akan jadi rival-rival Rossi. Rossi mencetak Pole Position dan mencicipi kemenangan pertamanya setelah bersaing sengit dengan Jorge Martinez di Brno, Czech GP pada tanggal 18 Agustus 1996.

Rossi pun naik kelas ke 250 cc di tahun 1998 dan mengganti RS125R nya dengan Aprilia RS250

Seperti yang dialaminya di kelas 125 cc; tahun pertama adalah pembelajaran. Retire pada 2 seri pertama yaitu Jepang dan Malaysia, lalu jadi runner up di 3 seri berikutnya; Spanyol, Italia dan Perancis. Retire lagi di Madrid lalu kemenangan seri pertamanya di 250 cc di Belanda. Dengan total 5 kemenangan seri di musim 250 cc pertamanya mengganjar Rossi bertengger di posisi runner up pada klasemen 1998. Dan pada tahun berikutnya, Rossi tak terbendung lagi. Sebagai satu-satunya pembalap Aprilia pada kelas 250 cc di tahun 1999, Rossi mendominasi dengan menjuarai 9 dari 15 seri yang digelar.

Rossi bertarung melawan Loris Capirossi, Tetsuya Harada, Jurgen Fuchs dan Olivier Jacque dalam mendapatkan gelar juara dunia 250 cc yang merupakan title keduanya. Sebelum era MotoGP, kelas tertinggi World Championship Motorcycle ada di kelas 500 cc. Tahun 2000 merupakan tahun pertama Rossi berlaga di 500 cc. Masih di Nastro Azzuro 500 cc dengan Honda NSR500. Beruntung Rossi berkesempatan mendapat Mick Doohan sebagai mentor di tahun pertamanya, atas bantuan dari Jeremy Burgees; Chief Designer nya kala itu. Rossi berhasil juara pertama kalinya di 500 cc di Donington Park, Inggris pada race nya yang ke-9 setelah pertarungan sengit melawan Kenny Roberts Jr. Berkat pemilihan ban yang tepat di kala perubahan cuaca dari sesi kualifikasi hingga Raceday.

Kabar Marc Marquez Usai Kecelakaan di Sirkuit Jerez Spanyol – Juara Dunia MotoGP Marc Marquez terancam tidak dapat mempertahankan gelarnya dalam MotoGP tahun 2020 ini setelah mengalami kecelakaan fatal di sirkuit Jerez Spanyol. Anda yang menyaksikan balapan tersebut pasti melihat apa yang dialami Marquez sangat mengerikan. Terpental dari motornya lalu berguling-guling di atas pasir dan berusaha bangkit namun dia merasakan ada yang tidak beres dengan tangannya.

Kabar Marc Marquez Usai Kecelakaan di Sirkuit Jerez Spanyol

Kabar Marc Marquez Usai Kecelakaan di Sirkuit Jerez Spanyol

Kabar terakhir menyebutkan Marc Marquez telah dikonfirmasi dengan lengan patah setelah kecelakaan tersebut selama MotoGP Spanyol di Jerez. Kejadian ini sangat disesalkan karena harapannya untuk mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia MotoGP menjadi sangat tipis. Marquez sudah jelas gagal finis di MotoGP Spanyol yang jadi pembuka MotoGP 2020 akibat kecelakaan itu.

Kecelakaan yang dialami Marquez membuat performa impresif pembalap asal Spanyol itu berakhir antiklimaks. Coba bayangkan dalam balapan tersebut, Marquez sempat melorot ke posisi terakhir karena sempat masuk ke gravel akibat kehilangan keseimbangan. Tetapi secara luar biasa setelah itu dia masih bisa melewati beberapa pembalap lain termasuk Valentino Rossi hingga berada mencapai di posisi ketiga. Akan tetapi Marquez melakukan kesalahan yang sangat fatal di tikungan empat pada lap ke-22.

Marquez terpental dari motornya dan jatuh bergulingan di atas pasir sehingga menyebabkan cedera. Sungguh itu adalah kejadian yang sangat fatal baginya. Hanya tinggal beberapa tahap saja dirinya bisa menyelesaikan balapan tersebut. Bahkan jika kecelakaan itu tidak terjadi, Marquez bisa saja melewati dua pembalap di depannya yaitu Vinales dan Dovizio sebelum mengejar Fabio Quartararo.

Pihak Honda mengkonfirmasi bahwa Marc Marquez mengalami patah di bagian humerus kanan. Dia akan menjalani operasi di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, pada Selasa (21/7) seperti dilansir Skysports. Bos tim Repsol Honda Alberto Puig mengatakan bahwa Marquez telah dipindahkan ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Marc melakukan pukulan besar ke lengan atas, sekarang mereka memeriksa dan melakukan X-Ray. Dia memiliki beberapa pembunuh rasa sakit untuk rasa sakitnya.” Kata Alberto seperti dilansir Skysports di atas..

Pembalap Spanyol ini kehilangan keseimbangan ketika ban belakang mengalami highside hingga keluar lintasan

Repsol Honda sejak itu memastikan Marquez menderita patah diaphyseal transversal ke humerus kanannya. Kendati begitu Staf medis MotoGP mengkonfirmasi bahwa tidak ada trauma kepala atau toraks serius lainnya. Walaupun tetap di bawah pengawasan selama 12 jam. Valentino Rossi mengomentari kecelakaan pembalap Spanyol tersebut usai lomba berakhir. “Marquez adalah pembalap dengan kecepatan terbaik, tetapi ia menabrak di tempat yang buruk.

Untuk kejuaraan saat ini sangat sulit karena waktu sangat pendek diantara beberapa balapan. Saya berharap yang terbaik untuk dia,” Demkian kata The Doctor, Valentino Rossi seperti dilansir Crash. Rasa empati dan harapan Rossi agar Marquez secepatnya sembuh adalah bentuk sportivitas tinggi seorang olah ragawan sejati. Walaupun mereka saling berkompetisi dalam sebuah ajang balapan bahkan kadang ada bumbu pertengkaran mulut diantara mereka. Namun demikian solidaritas sesama pembalap lebih dari segalanya.

Di luar kecelakaan yang dialami Marquez, Rossi menilai pembalap asal Spanyol itu masuk dalam daftar pembalap yang mampu tampil cepat. Rossi pun mengakui kelebihan pembalap Spanyol tersebut. Kecelakaan yang menimpanya sangat disesalkan yang mungkin bisa menutup peluang dirinya mempertahankan gelar Juara Dunia MotoGP tahun lalu. Semua penggemar Marquez pasti menyetujui pendapat Rossi tersebut. Lihat setiap manuvernya dalam setiap tikungan, Marquez dengan cerdas mengambil celah sekecil apapun dengan kecepatan penuh.

Mengenai insiden kecelakaan ini, Marquez sendiri masih sempat tersenyum dengan memposting fotonya dan pernyataan di medsos pribadinya Instagram.com/marcmarquez93. Kadang-kadang hal-hal tidak berjalan seperti yang Anda harapkan, namun Anda harus bangun dan melanjutkan. Saya harus menjalani operasi, tetapi saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan kembali sesegera mungkin dan saya akan lebih kuat dari sebelumnya.

Semangat luar biasa dari seorang Marquez. Sikap optimis menghadapi ujian apapun selalu dihadapinya dengan tabah. Begitu seharusnya seorang juara memiliki sikap hidup. Pembalap Spanyol ini akan kehilangan GP Andalusia berikutnya, menunggu perkembangan baru setelah operasi pada Selasa 21 Juli 2020. Semoga lekas sembuh Marc Marquez.

Diwarnai Tendangan Bebas Tidak Langsung AC Milan Bikin Bologna Babak Belur – Ada kejadian unik dalam laga AC Milan vs Bologna di lanjutan Serie A giornata 34, Minggu (19/7) dinihari WIB. Pada menit ke-77, Bologna mendapat hadiah tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti Milan. Sayangnya, eksekusi tendangan bebas tidak langsung yang dilakukan Nicola Sansone dan Federico Santander gagal menembus gawang Milan yang dikawal Donnarumma.

Diwarnai Tendangan Bebas Tidak Langsung AC Milan Bikin Bologna Babak Belur

Diwarnai Tendangan Bebas Tidak Langsung AC Milan Bikin Bologna Babak Belur

Sebetulnya, apa yang dimaksud dengan tendangan bebas tidak langsung? Dalam situasi apa wasit akan memberi hukuman ini? Bagaimana aturan tendangan bebas tidak langsung yang sesuai Laws of the Game? Mari kita bahas perkara ini terlebih dahulu. Ketika kita menyaksikan pertandingan sepak bola baik secara langsung maupun melalui layar kaca, pasti kita sering menjumpai adanya eksekusi tendangan bebas (freekick).

Umumnya, eksekusi freekick ini dilakukan di luar kotak penalti dan langsung diarahkan ke gawang lawan. Tak sedikit dari eksekusi itu berbuah gol yang indah. Nah, eksekusi yang demikian itu disebut tendangan bebas langsung atau direct freekick, ada juga yang menyebut tendangan bebas satu sentuhan. Intinya, seorang pemain boleh mengeksekusi freekick secara langsung ke arah gawang lawan untuk mencetak gol. Tendangan bebas langsung ini selalu terjadi di area pertahanan lawan diluar kotak penalti. Jika terjadi di dalam kotak penalti, itu namanya tendangan penalti.

Perkara area ini jugalah yang membedakan tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Jadi, tendangan bebas langsung hanya dapat dilakukan di area atau daerah lawan dan terjadi diluar kotak penalti. Sementara itu, tendangan bebas tidak langsung bisa dilakukan di area manapun termasuk di dalam kotak penalti itu sendiri. Hal kedua yang membedakan tendangan bebas langsung dengan tendangan bebas tidak langsung adalah pemicunya. Wasit akan memberikan hukuman tendangan bebas sesuai dengan pelanggaran yang terjadi. Lalu, dalam kondisi apa saja tendangan bebas langsung dan tidak langsung dapat dilakukan.

Tendangan bebas langsung dan tidak langsung

Berdasarkan aturan FIFA dan Laws of the Game, umumnya tendangan bebas langsung diberikan wasit jika terjadi handball oleh pemain lawan atau terjadi pelanggaran keras kepada pemain lawan. Pelanggaran yang disengaja seperti tekel berbahaya, menabrak pemain lawan, menarik atau menahan laju lawan, hingga mendorong pemain lawan bisa berbuah tendangan bebas. Namun, hal itu tetap baru akan terjadi bila pelanggaran terjadi dekat area kotak penalti.

Namun, dalam pertandingan Milan vs Bologna, terjadi tendangan bebas tidak langsung di area penalti Milan. Kok bisa? Untuk kasus ini ada pemicu khusus yang membedakannya dengan tendangan penalti. Wasit memberi Bologna hadiah tendangan bebas tidak langsung akibat Donnarumma menyentuh backpass Simon Kjaer dengan tangannya di kotak penalti. Situasi ini terjadi juga akibat pemain Bologna yang hendak menyambar backpass Kjaer.

Memang, umumnya sebuah tim dihadiahi tendangan bebas tidak langsung di area lawan akibat kesalahan kiper. Jika tak mau dihukum, kiper dilarang untuk; menyentuh bola dengan tangannya setelah rekannya memberi backpass, memegang bola lebih dari 6 detik sebelum melepaskannya lagi, menyentuh bola kembali setelah melepaskannya sebelum pemain lain menyentuhnya, dan menyentuh bola dengan tangannya setelah dia menerima bola langsung dari lemparan ke dalam yang diambil rekan setimnya.

Dalam Laws of the Game, ada aturan khusus dalam eksekusi tendangan ini. Sesuai namanya, tendangan ini tidak boleh ditendang langsung ke arah gawang lawan, melainkan harus diumpan dulu ke pemain lain. Wasit akan mengangkat tangannya dan akan tetap diposisi tersebut hingga tendangan dilakukan sampai bola menyentuh pemain lain, baru tendangan ini dinyatakan sah.
Seperti yang terlihat di laga Milan vs Bologna. Ada dua pemain yang mengambil tendangan bebas tidak langsung itu. Santander (9) menjadi eksekutornya setelah bola lebih dulu diumpan oleh Sansone (10). Sayangnya, eksekusi tersebut gagal berbuah gol.

AC Milan bikin Bologna babak belur di San Siro

Laga AC Milan vs Bologna sendiri berakhir untuk kemenangan tuan rumah. Bermain di kandang sendiri, San Siro, Milan menggila dan sukses memetik 3 poin dari tamunya. Pasukan Stefano Pioli berhasil mengandaskan perlawanan pasukan Sinisa Mihajlovic. Tak tangung-tanggung, 5 gol dicetak 5 pemain Milan ke gawang Lukasz Skorupski. Bologna sendiri hanya bisa membalas 1 gol saja.

Milan memetik kemenangan meyakinkan, 5-1 atas Bologna. Gol-gol Milan dicetak masing-masing oleh Alexis Saelemaekers (10′), Hakan Calhanoglu (24′), Ismael Bennacer (49′), Ante Rebic (57′), dan Davide Calabria (92′). Bologna hanya mempu membobol gawang Donnarumma sekali lewat gol Tomiyasu pada menit ke-44.

Terakhir kali Milan punya 5 pencetak gol berbeda dalam satu pertandingan terjadi pada November 2012 dalam duel Milan vs Chievo. Kala itu Emanuelson, Montolivo, Bojan, El Shaarawy, dan Pazzini jadi pencetak golnya. Berdasarkan statistik dari MilanData, tuan rumah memang lebih dominan dengan penguasaan bola sebesar 53%. Alessio Romagnoli dkk. juga mencatat percobaan 17 tendangan dimana 14 tendangannya on target. Sementara Bologna hanya mencatat 3 shots on target saja.

Dengan sisa 4 pertandingan, peluang Milan mengamankan zona Liga Europa semakin besar. Di 4 laga sisa, Milan akan menghadapi Sassuolo, Atalanta, Sampdoria, dan Cagliari. Laga versus Sassuolo dan Atalanta akan jadi ujian berat, sebab semua tim tersebut tengah on fire sejak Serie A dimulai kembali. Jika konsisten, minimal Milan bisa lolos ke Liga Europa melalui jalur kualifikasi.

Catatan bagus Milan di 9 laga terakhir juga membuat Pioli semakin mendapat apresiasi. Banyak pihak yang menilai Pioli pantas dipertahankan. Rumor terbarunya, Pioli akan tetap jadi pelatih musim depan, sementara Ralf Rangnick yang diisukan jadi penggantinya akan mengisi posisi Direktur Olahraga. Apapun pemberitaannya, Milan harus fokus di sisa kompetisi jika tak mau gagal mentas ke kompetisi eropa musim depan.

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol – Dua tim dari Segunda Division sudah dipastikan naik kasta ke La Liga musim 2020/2021. Kepastian pertama adalah tim Cadiz CF yang sudah mengumpulkan 69 poin saat menyisakan dua laga tersisa. Peraturan mengatakan dua tim yang menduduki peringkat teratas klasemen akhir otomatis lolos ke La Liga. Sedangkan tim kedua yang yang memastikan lolos ke La Liga adalah Huesca. Kepastian Huesca lolos diperoleh ketika mereka mengoleksi poin 67.

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol

Dibuang Leicester City Pemain Tua Jepang Jadi Mesin Gol di Spanyol

Menyisakan satu laga tersisa, perolehan poin Huesca sudah tidak mungkin terkejar lagi. Mereka cuma berselisih dua poin dengan penghuni puncak klasemen, Cadiz CF. Siapakah yang menjadi man of the match dari tim yang berasal dari kota Huesca tersebut. SD Huesca nampaknya akan gagal balik ke La Liga kalau tidak ada Shinji Okazaki. Pemain asal Jepang berusia 34 tahun ini merupakan top skorer tim yang bermarkas di El Acoraz itu.

Di musim ini Okazaki sudah menorehkan 12 gol untuk Huesca. Tidak ada lagi pemain Huesca yang mampu mencetak selusin gol. Saingan terdekat “Si Mesin Gol” Huesca adalah Rafael Mir Vicente dengan 9 gol. Targetnya memang tercapai seperti apa yang pernah dikatakannya ketika debut berseragam Huesca. Target saya adalah mencetak lebih dari 10 gol,” katanya waktu itu. Okazaki memang tidak mengecewakan suporter Huesca, dia selalu tampil prima hampir di setiap laga yang digelar.

Pada bulan September tahun lalu, foxsportasia mengabarkan SD Huesca merasa hoki karena bisa memiliki Okazaki dengan status bebas transfer. Okazaki menandatangani kontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan di musim berikutnya. Pada saat Okazaki datang, Huesca berada di posisi ke 6 Segunda Division. Dan kini Huesca mendapatkan keuntungan lainnya, mereka promosi ke Liga 1. Opsi perpanjangan jadi dilanjutkan. Jatah satu tiket lagi untuk berlayar ke Liga 1 Spanyol diperebutkan oleh empat tim dalam sesi play off.

Shinji Okazaki dilahirkan di Takarazuka pada 16 April 1986

Pada tahun 2008 Okazaki memperkuat negaranya di Olimpiade. Bersama Jepang senior, dia sudah menciptakan 50 gol dari 113 kali penampilan. Tim senior pertama yang dibelanya adalah Shimizu, dilanjutkan ke VfB Stuttgart, terus ke FSV Mainz O5, dan Leicester City.

Pada bulan Januari tahun lalu, Okazaki sempat diincar oleh Huddersfield Town, namun negosiasi di antara kedua belah pihak belum mencapai kata sepakat.  “King Power” secara mengejutkan keluar sebagai juara Liga Inggris musim 2015/2016. Okazaki mencetak 5 gol dari 36 kali penampilan. Okazaki didepak ke Divisi 2 Liga Spanyol, Malaga, secara gratis oleh Leicester setelah musim 2018/2019 berakhir.

Di tim itu, Okazaki hanya bermain selama dua bulan saja. Bukan apa-apa, hal itu disebabkan karena Malaga tidak sanggup membayar gaji Okazaki, mereka terhalang aturan batas gaji tertinggi seorang pemain. Okazaki pun dilepas ke Huesca. Okazaki memang masih berkeinginan untuk merumput di Eropa kendati di Liga 2 supaya bersemangat. Hasrat Okazaki pun akhirnya terbayar lunas.

Okazaki bersinar di negara matador itu, dia menjadi mesin gol dan tentunya Okazaki memperoleh kebanggaan tersendiri karena mengantarkan timnya kembali merumput di kasta tertinggi Liga Spanyol. Didirikan pada tahun 1960, pada musim 2016/2017 Huesca nyaris promosi ke La Liga. Sangat disayangkan, mereka kalah 0-2 dari Getafe di semifinal play off. Pada musim 2017/2018 Huesca mencatat sejarah untuk pertama kalinya naik kasta ke Liga 1 dengan status sebagai runner-up Segunda Division.

Balas Kekalahan Arsenal Siap dengan Rekor Baru – Mungkin akhir-akhir ini banyak yang meremehkan Arsenal. Maklum saja The Gunners (julukan Arsenal) meraih gelar Juara Liga Inggris terakhir kali pada musim 2003/2004. Saat itu mereka mengukir rekor yang tak tertandingi sampai sekarang. Kini, merekapun sudah siap kembali dengan rekor baru. Musim 2003/2004 adalah musim terbaik bagi Arsenal dalam sejarah sepakbola Liga Inggris.

Balas Kekalahan Arsenal Siap dengan Rekor Baru

Balas Kekalahan Arsenal Siap dengan Rekor Baru

Saat itu mereka meraih gelar juara dengan tanpa terkalahkan dalam satu musim kompetisi. Bahkan, catatan tak terkalahkan tersebut bertahan sampai pada angka 49 kali pertandingan. Karenanya Arsenal musim tersebut digelari The Invincibles. Sejak terakhir kali juara, telah banyak bintang sepakbola yang datang dan pergi dari markas The Gunners. Sebut saja nama-nama besar semisal Henry, Fabregas, Nasri, van Persie, Sanchez, Ozil, hingga Aubameyang.

Dua nama terakhir memang masih membela Arsenal hingga kini, tetapi gelar juara Liga Inggris masih belum kembali ke Arsenal. Dengan kenyataan tersebut, mungkin wajar kiranya ada yang menganggap remeh prestasi Arsenal. Tetapi fans sejati sepakbola pasti sangat menaruh hormat pada skuad London Merah. Tak hanya karena gelar juara tanpa terkalahkan di musim 2003/2004, tentu didukung juga dengan jumlah gelar yang mereka raih.

Arsenal telah menjuarai Liga Inggris sebanyak 13 kali. Memang tak sebanyak Manchester United dan Liverpool, tetapi jumlah itu masih jauh diatas tim yang lain semisal Manchester City dan Chelsea. Jadi, untuk urusan juara Liga Inggris sebenarnya Arsenal masih salah satu tim yang patut selalu dimasukkan dalam daftar calon kuat juara. Gelar juara Liga Inggris musim ini menjadi milik Liverpool. Lantas rekor baru apa yang siap dibuat lagi oleh The Gunners? Jawabannya pastilah gelar juara FA Cup.

Sejatinya Arsenal masih memegang rekor untuk jumlah terbanyak gelar juara FA Cup. Mereka telah mengoleksi 13 tropi Piala FA, masih lebih banyak dibanding Manchester United di posisi ke-dua. Musim ini mereka tinggal satu langkah lagi untuk memperbaharui rekor itu. Semalam, Arsenal melakoni babak semifinal FA Cup kontra Manchester City. Banyak yang memandang sebelah mata The Gunners, apalagi sebelumnya mereka dikalahkan oleh skuad Manchester Biru di laga Liga Inggris. Termasuk mungkin diantara itu adalah sejumlah fans Arsenal.

Hal itu pun berlaku pada pertandingan semifinal FA Cup Arsenal vs Manchester City

Sepakbola tentu bukan urusan statistik, selalu ada hal yang tak terduga di dalamny. Manchester City yang bertanding dengan skuad mahalnya dikalahkan oleh Arsenal. Skor 2-0 menjadi bukti kemenangan pasukan Arsenal yang kini dalam arahan mantan asisten Pep Guardiola di Man. City, yakni Mikel Arteta. Jika merujuk pada laman Livescore.com, tercatat bahwa dua gol kemenangan Arsenal dicetak oleh kapten mereka, Aubameyang.

Dua gol tersebut dicetaknya atas dukungan assist Pepe dan Thierney. Menariknya, gol tersebut sangat kontras dengan statistik pertandingan. Arsenal unggul atas Manchester City hanya dengan penguasaan bola 28% dan total tembakan 4 kali (semuanya on target). Berbanding terbalik dengan hasil tanpa gol milik Manchester City yang disokong oleh penguasaan bola mencapai 78% dan total 13 kali tembakan ke lawan (3 tembakan on target, 10 off target). Hasil ini membuktikan bahwa barisan pertahanan Arsenal juga tampil solid layaknya kegemilangan lini serang mereka.

Kemenangan Arsenal tadi malam seolah menjadi pelajaran berharga, bahwa tidak ada yang tak-mungkin dalam sepakbola. Dalam sepakbola Liga Inggris, kemenangan terhadap tim yang sangat diunggulkan kerap kali terjadi. Apalagi jika yang bertanding adalah tim-tim dengan kemampuan relatif seimbang.

Atas kemenangan tersebut, Arsenal tinggal melakoni partai Final. Pada final yang akan digelar di Stadion Wembley itu, Arsenal masih menunggu siapa pemenang laga semifinal lainnya antara Manchester United dengan Chelsea. Siapapun lawannya nanti, tentu Arsenal siap dengan rekor baru. Sebelum pluit panjang akhir pertandingan, semuanya bisa saja terjadi.

Jika Arsenal juara FA Cup musim ini, maka itu akan memperbaharui rekor yang mereka sandang hingga saat ini. Apakah Arsenal akan mampu menajamkan rekor juara di komepetisi FA Cup, kita tunggu saja. Semoga pertandingan berjalan menarik dan Piala FA kembali akan melahirkan juaranya.

Terancam Kudeta Ada Apa dengan Juventus Kembali Menelan Hasil Negatif – Pada lanjutan giornata 33 Serie A Italia, Juventus nyaris kalah di kandang Sassuolo. Bermain di Mapei Stadium, gol Alex Sandro memaksa hasil imbang 3-3. Ini merupakan lanjutan hasil negatif di 2 giornata sebelumnya. Pada pekan 32, Juventus juga hanya meraih hasil imbang 2-2 di kandang kala bersua dengan Atalanta. Ironisnya, Juventus di-bully sebab mereka dua kali menyamakan kedudukan lewat gol penalti Ronaldo.

Terancam Kudeta Ada Apa dengan Juventus Kembali Menelan Hasil Negatif

Terancam Kudeta Ada Apa dengan Juventus Kembali Menelan Hasil Negatif

Dua hasil imbang di 2 giornata terakhir merupakan lanjutan hasil buruk di pekan ke-31. Si Nyonya Tua yang bertandang ke San Siro tumbang dari AC Milan setelah sempat unggul 2-0. Pasukan Maurizio Sarri pulang ke Turin dengan tertunduk malu setelah keunggulan mereka dibalas 4 gol oleh Milan. Hasil negatif di 3 laga terakhir terjadi setelah mereka meraih 4 kemenangan beruntun di Serie A pascavakum akibat pandemi covid-19. Di 4 laga itu, Juve mencetak 14 gol dan hanya 2 kali kebobolan. Akan tetapi, statistik buruk justru ditunjukkan di 3 laga terakhir.

Si Nyonya Tua hanya meraih 2 poin dari 3 pertandingan. Mereka kalah sekali dan imbang dua kali. Melawan Milan, Atalanta, dan Sassuolo, Le Zebre hanya mencetak 7 gol dan kebobolan 9 gol. Hasil yang jomplang jika dibandingkan dengan 4 laga sebelumnya. Sebagai pendukung tim rival saya pribadi tak terlalu memahami Juventus. Namun, sebagai pecinta Serie A saya cukup paham apa yang kini dirisaukan oleh para Juventini. Mereka menilai, problem utamanya adalah filosofi Sarriball milik Maurizio Sarri yang tak berjalan mulus.

Sebelum itu, ada baiknya kita pahami dulu maksud dari filosofi Sarriball. Tanpa memahami “Sarriball”, kita tak akan tahu sebab Juventus kendor di 3 laga terakhirnya. Mengenal Sarriball, filosofi taktik milik Maurizio Sarri Sarriball merupakan istilah yang disematkan kepada filosofi taktik milik Maurizio Sarri. Istilah ini pertama kali disebut ketika Sarri menangani Napoli. Kala itu, ia menjadikan Napoli sebagai kuda hitam yang memiliki gaya bermain berbeda daripada tim Italia lainnya karena menerapkan permainan menyerang di tengah catenaccio klub-klub Serie A.

Keberhasilan pola ini mengandalkan peran sosok deep lying playmaker

Filosifinya itu disanjung oleh pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi sebagai salah satu perkembangan sepak bola Italia paling penting. Akan tetapi, Sarri sendiri mengaku tak paham maksud dari Sarriball. Istilah itu memang disematkan oleh para jurnalis di Italia dan Inggris. Begitulah kata Sarri ketika di tanya seorang jurnalis soal gagasan sepak bolanya pada 2018 lalu. Konsep “Sarriball” atau di Italia juga disebut “Sarrismo” adalah sebuah konsep taktik sepak bola menyerang yang mengandalkan umpan pendek cepat dari kaki ke kaki one touch pass.

Vertical tiki taka “Sarriball” memberi perintah kepada pemainnya untuk melakukan umpan cepat dengan membentuk pola segitiga kecil. Regista yang memiliki kemampuan mengalirkan bola dari lini belakang kedepan dengan cepat dan akurat. Konsep ini membuat tim yang dilatih Sarri jarang membuat percobaan dribble dan lebih sering menusuk langsung ke depan gawang lawan dengan umpan mendatar.

Untuk memuluskan taktik menyerang ini, Sarri juga menginstruksikan pemainnya untuk menerapkan high pressing kepada lawannya. Sehingga counter cepat bisa segera dilakukan ketika bola berhasil direbut. “Sarriball” sendiri mempunyai pakem formasi yang menjadikan gaya bermainnya menjadi atraktif dan sedap dipandang. Sejak di Napoli, Sarri selalu memakai pakem formasi 4-3-3. Untuk menciptakan high pressing ketika bertahan, formasi ini akan berubah menjadi 4-5-1 atau 4-4-2.

Di Juventus, Sarri tetap menerapkan formasi 4-3-3. Formasi ini sering terlihat berganti menjadi 4-3-1-2 atau 4-3-2-1 namun, intinya tetap menggunakan 3 penyerang di depan. Ketika bertahan, Juve sering merubah formasinya menjadi 4-4-2 menyisakan 2 penyerang dan menambah 1 gelandang untuk memutus aliran bola lawan. Di posisi bek, yang punya kemampuan ball playing defender mumpuni hanya de Ligt dan Demiral. Sebenarnya Bonucci punya kemampuan itu, namun ia rasanya tak cocok dengan formasi 4 bek dan lebih baik ketika bermain dengan formasi 3 bek seperti formasinya Conte.

Selain Problem Tersebut Sarriball Memang Punya Kelemahan Mendasar

Sarri dikenal sebagai seorang pelatih yang keras kepala. Semua pemain yang turun harus mengikuti polanya, maka kreatifitas pemain jarang kita lihat. Selain itu, Ia tak akan mengubah formasi dan taktiknya apapun yang terjadi. Ya, “Sarriball” tak punya plan B ketika buntu. Kapan mengalami kebuntuan? Yaitu, ketika anak asuh Sarri bertemu tim yang menerapkan taktik “parkir bus” atau punya pertahanan solid. Hal ini sangat terlihat ketika Juve kalah dari Milan di giornata 31.

Dua gol Juve bisa dibilang hasil kesalahan bek Milan. Memang, Ronaldo bisa mencetak gol lewat situasi umpan lambung cepat yang menembus pertahanan Milan, sesuatu yang jarang terjadi di permainan Sarri. Namun, setelah mencetak 2 gol, Juve selalu membentur dinding pertahanan solid dari Milan. 2 gol Milan saja tercipta akibat kegagalan pemain Juve menerapkan “Sarriball” yang berbuah serangan balik. High pressing yang diterapkan justru menjadi bumerang bagi Juventus. Di 3 laga terakhirnya, Juventus pasti kebobolan dan salah satu penyebabnya adalah kesalahan bek yang entah dilakukan Bonucci, Danilo, atau Alex Sandro.

Selain kesalahan bek, Juventus juga makin sering mengalami kebuntuan. Karena Sarri tak punya plan B dan sepanjang laga “Sarriball” terus dimainkan tak peduli bagaimana situasi riilnya, maka hanya tinggal menunggu waktu sampai tim lain hafal dengan pola serangan Juventus.

Menyoal Tingkah Konyol Gareth Bale di Bangku Cadangan – GARETH Bale adalah salah seorang pemain bintang, yang dimiliki klub asal La Liga Spanyol, Real Madrid. Kecuali dalam kondisi cidera atau sakit, yang namanya pemain bintang hampir pasti selalu dimainkan untuk membela klubnya dalam setiap pertandingan. Terlebih, jika pertandingan itu merupakan laga krusial. Contohnya, menghadapi musuh bebuyutan, penentuan juara, atau laga-laga penting lainnya, yang sifatnya mengejar target kemenangan.

Menyoal Tingkah Konyol Gareth Bale di Bangku Cadangan

Menyoal Tingkah Konyol Gareth Bale di Bangku Cadangan

Pun, dengan Gareth Bale. Biasanya dia juga selalu menjadi pemain andalan dalam setiap laga yang dimainkan Los Blancos, julukan Real Madrid. Terlebih, saat pemain andalan mereka, Cristiano Ronaldo hijrah ke Juventus. Namun, entah kenapa dalam beberapa pertandingan terakhir, pemain berkewarganegaraan Wales ini, hanya menjadi pemanis bangku cadangan. Padahal, kondisinya tidak sedang dilanda cidera.

Baik, lupakan tentang alasan sering tidak dimainkannya Bale oleh sang peracik tim, Zinedine Zidane. Namun, meski jarang atau tak beraksi di lapangan, pemain sayap dengan larinya yang terkenal cepat itu tak kehilangan akal untuk mencari perhatian. Meski, apa yang dilakukannya tersebut cenderung lucu menjurus konyol. Setidaknya, dalam satu pekan terakhir, Bale cukup membuat heboh, dan tingkah polah konyolnya itu menjadi viral di media sosial.

Pada pertandingan yang dimenangkan Real Madrid, dua gol tanpa balas tersebut, Bale dengan sengaja mengalihfungsikan masker yang semestinya untuk penutup hidung dan mulut menjadi penutup matanya. Konyolnya, aksi tadi dibarengi dengan posisi telentang dan tertidur sejenak. Sepintas, ulah Bale tampak lucu dan konyol. Kendati begitu, tak sedikit pula yang menilai, mantan pemain Liga Primer Inggris, Totenham Hotspurs ini telah menodai citranya sendiri sebagai salah satu pemain bintang sepak bola dunia.

Bale membentuk pita medis sebagai teropong untuk mengamati laga

Bukan hanya itu, tingkah polah Bale tersebut, kian menguatkan spekulasi, kalau dirinya akan segera cabut dari Los Blancos. Kedua, tingkah konyol kembali terjadi pada saat timnya melawan Granada, masih dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (14/07/2020) dan dimenangkan Madrid dengan skor tipis 2-1 tersebut, tingkah konyol Bale berbanding terbalik dengan tingkah konyol sebelumnya.

Kalau, pada pertandingan melawan Alaves, Bale ketiduran atau mungkin pura-pura tidur, kali ini dia tampak sigap. Atas kedua tingkah konyolnya tersebut, membuat para fans Madrid kecewa dan marah terhadap pemain Wales ini. Mereka menganggap Bale sudah tidak menghormati klubnya lagi.

Bukan saja para fans Madrid yang kecewa atas segala tingkah konyol yang diperlihatkan Gareth Bale. Mantan pemain asal Bulgaria, Dimitra Berbatov juga menganggap hal serupa. Ketika saya melihatnya, saya tak mempercayai hal itu. Saya melihatnya mengenakan masker menutupi mata dan pura-pura tidur,” ucap Berbatov. Dikutip dari CNNIndonesia yang melansir dari Marca.

Berbatov menyadari kekecewaan yang dialami Bale yang telah lama tersingkir dari formasi idaman pilihan Zinedine Zidane. Namun tingkah Bale tersebut dianggap Berbatov tidak dapat dibenarkan. Masih dikutip dari CNNIndonesia, Berbatov yakin Bale tengah melakukan psywar dengan Real Madrid.

Winny Oktavina Sang Penerus Butet Terlahir Kembali di Turnamen Internal PBSI – Seperti saya tulis sebelumnya, sejak akhir Juni hingga akhir Juli nanti, PP PBSI bekerja sama dengan Mola TV, menggelar kompetisi home tournament. Para pebulutangkis Pelatnas di semua sektor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran) tampil dalam kompetisi internal. Mereka bermain melawan rekan sendiri.

Winny Oktavina Sang Penerus Butet Terlahir Kembali di Turnamen Internal PBSI

Turnamen ini dikemas berbeda dengan game yang mereka mainkan selama latihan. Ada referee, wasit, hakim servis, hakim garis, serta team match control. Plus hadiah bagi pemenang. Selengkapnya ada di sini. Turnamen ini memainkan sektor tunggal putra. Sebelumnya, ganda putra menjadi pembuka dengan pasangan Fajar Alfian/Yeremia Erich yang jadi juara. Dan, akhir pekan kemarin, sektor ganda campuran berakhir seru.

Di sektor ganda campuran, pasangan terbaik Indonesia saat ini, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti, tampil sebagai pemenang. Namun, sorotan khusus tertuju pada pasangan yang mereka kalahkan di final, yakni Akbar Bintang Cahyono dan Winny Oktavina Kandow. Utamanya Winny. Bagi remaja asal Sulawesi Utara ini, turnamen tersebut punya makna lain. Bukan hanya ajang untuk pemanasan. Bukan pula sekadar melepas rindu di masa kevakuman turnamen akibat pandemi.

Winny (21 tahun) seperti ingin memberi pengumuman ke semua orang di PP PBSI. Termasuk ke para badminton lovers di Indonesia. Pengumuman bahwa dirinya pemain muda potensial. Dia ingin menunjukkan bisa move on dari cerita lalu. Cerita yang berawal pada akhir tahun 2018 silam. Ketika PBSI melalui pelatih ganda campuran, memutuskan untuk menjodohkan Winny dengan pemain senior, Tontowi Ahmad. Mereka berpasangan sepanjang tahun 2019.

Bagi Winny itu keputusan besar untuk karier bulutangkisnya

Keputusan yang bisa membuat dirinya naik dalam waktu cepat ke panggung teratas bulutangkis dunia. Betapa tidak, dirinya akan bermain dengan Tontowi. Pemain yang telah meraih hampir segalanya kala bermain dengan Liliyana Natsir. Dari juara All England, juara dunia, hingga meraih emas Olimpiade 2016. Tentu saja, Winny akan mendapat sorotan media internasional lebih besar dibanding sebelumnya. Bahkan, ketika PBSI memutuskan memilih dia sebagai pendamping Tontowi, itu sudah jadi berita besar.

Memang, sebelum ada keputusan itu, ada banyak orang yang tahu kualitas permainan Winny. Itu bermula ketika di bulan Juli 2018, Winny yang masih berusia 19 tahun, bisa menembus semifinal Singapore Open 2018 bersama AKbar Bintang Cahyono. Banyak orang terkesima dengan permainannya. Dia terlihat jago bermain di depan net. Tenang. Tidak grusa-grusu. Pintar menempatkan bola (shuttle cock). Responnya sigap. Pukulannya juga cepat.

Melihat permainan Winny, orang jadi teringat dengan Liliyana Natsir. Kebetulan, keduanya sama-sama berasal dari Sulawesi. Winny pun disebut-sebut sebagai calon penerus kesuksesan Butet–panggilan Liliyana. Kala bermain bersama Akbar, Winny juga berhasil meraih gelar di turnamen internasional. Mereka juara Hyderabad Open Super 100 di India pada September 2018. Pencapaian itu menjadi penegas. Bahwa pasangan Akbar dan Winny punya potensi.

Karenanya, ketika PBSI mengumumkan Winny bakal dipasangkan dengan Tontowi yang artinya berpisah dengan Akbar, ada beberapa pecinta bulutangkis yang sejatinya kurang sreg. Kenapa harus Winny. Bukan yang lain. Saya pun sempat merasa begitu. Rasanya eman (sayang).

Siapa tahu mereka bisa langsung nyetel. Seperti saat China memasangkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang langsung panen gelar dan hingga kini jadi pasangan world number one. Sayangnya, kenyataan berbeda dengan harapan. Pasangan Tontowi/Winny tidak sesuai harapan. Dari beberapa kali tampil di turnamen, mereka tidak pernah mampu tembus final. Pada akhirnya, setelah melakukan evaluasi, PBSI memutuskan untuk memasangkan kembali Winny dengan Akbar. Lantas, Tontowi kemudian memilih mundur dari Pelatnas.

Ada juga faktor internal Tapi yang jelas saya tidak mau menyalahkan sisi personal

Sebab, di bulutangkis, bermain ganda memang butuh chemistry antara dua pemain. Bukan hanya menonjolkan kemampuan satu pemain. Karena dua orang, butuh komunikasi yang cair. Tidak merasa canggung. Juga butuh adaptasi satu sama lain karena mereka sebelumnya bermain dengan pemain berbeda dengan gaya main beda.

Nah, proses memahami satu sama lain itu terkadang tidak bisa cepat seperti merebus mie instan. Butuh waktu. Masalahnya, Tontowi dan Winny dipaksa berpacu dengan waktu. Mereka harus segera meraih hasil bagus dalam persaingan yang ketat demi berburu poin menuju Olimpiade. Jadi, mereka seolah dipaksa padu secepatnya. Sah-sah saja ketika ada orang menyebut pasangan ini tidak berjalan sesuai harapan karena Tontowi tidak bisa ngemong Winny ketika bermain.

Kalau banyak yang lihat kami bermain bagus di turnamen ini, sebenarnya di awal-awal kacau banget. Nggak dapat feel-nya sama sekali. Permainan Akbar dan bang Owi (Tontowi) kan beda. Biasnya bang Owi nutup di sini, Akbar enggak, karena pikirannya beda. Jadi saya harus adaptasi lagi. Menariknya, Winny juga menyinggung Tontowi. Dia mengaku sedih ketika mendengar Tontowi pensiun dari Pelatnas karena merasa belum bisa meraih hasil maksimal selama berpasangan.

Namun, dia mengaku bisa belajar banyak dari pengalaman ketika berpasangan dengan Tontowi. Belajar apa saja yang kurang untuk menjadi pasangan yang saling melengkapi. Belajar pentingnya relasi yang cair ketika bermain ganda. Juga tentang percaya diri. Pada akhirnya, kita berharap, turnamen di rumah sendiri yang digelar PBSI bagi para pebulutangkis Pelatnas tersebut, bisa berdampak bagus. Tidak hanya mengisi kevakuman turnamen akibat pandemi.

Lebih dari itu, pemain-pemain muda juga bisa jadi lebih percaya diri. Serta, mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki. Dan, ketika nanti, turnamen BWF World Tour, mereka benar-benar sudah siap. Bagaimanapun, Winny dan pemain-pemain muda lainnya adalah aset bagi bulutangkis Indonesia. Salam.

Tak Berdaya Pasca Rehat Barca Harus Say Goodbye Gelar La Liga – KOMPETISI kasta tertinggi Liga Spanyol, La Liga, tengah menatap masa penghujung laga. Hingga pekan ini, kompetisi negeri Matador tersebut telah memasuki pekan ke-36. Itu artinya tinggal menyisakan dua laga. Dengan hanya menyisakan dua laga, tim yang masih memiliki peluang juara tinggal menyisakan dua tim. Yaitu dua tim yang selama ini selalu terjadi persaingan sengit. Barcelona dan Real Madrid.

Tak Berdaya Pasca Rehat Barca Harus Say Goodbye Gelar La Liga

Tak Berdaya Pasca Rehat Barca Harus Say Goodbye Gelar La Liga

Namun begitu, pasukan Zinedine Zidane adalah tim yang paling berpeluang bisa mengangkat tropy La Liga musim 2019/2020. Kenapa Mari kita lihat posisi di klasemen sementara. Hingga pekan ke-36, Real Madrisd masih menduduki posisi puncak dengan raihan poin 83. Sedangkan rival utamanya, Barcelona, meraih 79 poin. Atau tertinggal empat poin. Secara matematis, peluang Barcelona untuk mempertahankan gelar yang diraihnya musim lalu, masih belum tertutup.

Asalkan, dengan catatan Real Madrid terpeleset di dua laga sisa, alias keok dari lawan-lawannya. Atau, paling tidak kalah sekali dan imbang sekali. Sebab, jika dalam dua laga sisa, anak asuh Zinedine Zidane ini hanya meraih hasil imbang saja dan Barcelona mampu memaksimalkan dua laganya dengan kemenangan. Kedua tim bakal sama-sama mengantongi 85 poin. Maka, yang keluar sebagai juara adalah tetap Real Madrid. Sebab, Lionel Messi dan kawan-kawan kalah head to head.

Ya, dalam dua laga pertemuan kedua tim, Real Madrid tak pernah kalah dari Blaugrana, julukan Barcelona. Skuad asuhan Zinedine Zidane itu mampu menahan imbang 0-0 saat bertamu ke Camp Nou, markas Barcelona. Lalu pada pertemuan kedua di Santiago Barnabeu, Madrid mampu mengalahkan Lionel Messi dan kawan-kawan dengan skor 2-0. Dengan hitung-hitungan seperti ini, rasanya tidak berlebihan jika Barcelona mengucapkan say goodbye dengan gelar La Liga musim ini. Meski, seperti saya katakan tadi, bahwa secara matematis, peluang mereka masih belum tertutup.

Hanya saja, dengan sejumlah catatan dan mengharapkan Real Madrid terpeleset dalam dua laga sisa, rasanya berat juga. Soalnya, sejak kick off setelah istirahat cukup lama, karena pandemi covid-19. Real Madrid benar-benar berlari kencang. Mereka mampu menuntaskan sembilan laga beruntun dengan kemenangan. Belum lagi, lawan yang bakal dihadapi Real Madrid dalam dua laga sisa, adalah lawan-lawan yang di atas kertas mampu mereka taklukan.

Pada pekan ke-37, Karim Benzema dan kawan-kawan menjamu Vilareal. Sedangkan pada pekan terakhir bertandang ke markas Leganes.

Klopp Ogah Seperti Alex Ferguson Kenapa Pelatih Sepak Bola – BAGI pelatih sepak bola di belahan dunia manapun, sudah pasti akan sangat memimpikan hasil racikannya mampu berprestasi dan sukses seperti yang pernah di raih oleh mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. Betapa tidak, pelatih asal Skotlandia tersebut benar-benar pelatih paripurna bagi sebuah klub. Karena telah meraih segalanya bersama si setan merah julukan Manchester United.

Klopp Ogah Seperti Alex Ferguson Kenapa Pelatih Sepak Bola

Klopp Ogah Seperti Alex Ferguson Kenapa Pelatih Sepak Bola

Selama kepemimpinannya yang dimulai sejak 1986 hingga 2013 hampir tidak ada gelar yang tak pernah dia dapatkan. Baik itu liga domestik, eropa maupun dunia. Dominasi Ferguson bersama Manchester Merah mulai terlihat nyata setelah terbentuknya English Premier League (EPL) yang menggantikan Football League First Division sebagai kasta teratas Inggris, pada tahun 1992 silam. Dari tahun 1992 hingga 2013, hanya di delapan kesempatan, Ferguson harus merelakan gelar EPL disambar klub lain. 13 edisi lainnya, berakhir dengan tropy bagi setan merah.

Untuk tingkat kompetisi eropa, pria yang kerap mengunyah permen karet saat anak asuhnya bertanding ini mampu mempersembahkan dua tropy bergengsi Liga Champion. Tropy si kuping besar ini dia raih pada musim 1998/1999 dan 2007/2008. Sementara pada dua musim dan tahun yang sama pula, Ferguson mampu mempersembahkan tropy tingkat dunia antar klub. Meski pada tahun 1999 namanya masih piala intercotinental.

Tropy-tropy yang saya sebutkan di atas adalah tropy-tropy bergengsi saja. Mulai dari tingkat liga domestik hingga tingkat klub dunia. Di luar itu sesungguhnya masih banyak gelar yang pernah dipersembahkan Ferguson selama menangani setan merah. Seperti Piala FA, Comunity Shield, Piala Winners dan Piala Super Eropa. Nah, dengan sederet tropy ini, pelatih mana coba yang tidak ingin mengikuti jejaknya. Kalaupun ada, sosok pelatih itu adalah Jurgen Klopp.

Seorang Jerman Yang Saat Ini Tengah Menangani Klub Liga Primer Inggris

Tapi, tunggu dulu. Maksud saya di sini tentu saja bukan masalah prestasinya yang tidak diimpikan oleh Jurgen Klopp. Melainkan membentuk sebuah dinasti seperti yang pernah dilakukan Alex Ferguson bersama Manchester United.

Ya, Tim Liverpool yang sekarang dibangunnya dengan penuh kerja keras dan kesabaran oleh Jurgen Klopp disebut-sebut bakal bisa bersaing untuk memperebutkan berbagai gelar dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan The Reds julukan Liverpool akan membangun sebuah dinasti selama Klopp masih bermukim di Anfield.

Mantan pelatih Borusia Dortmund ini pun disebut akan bisa menapak di jalan yang sama seperti yang pernah ditempuh oleh Sir Alex Ferguson di Manchester United. Akan tetapi harapan itu sepertinya tak akan tercapai. Karena pelatih yang baru saja mengantarkan Liverpool juara liga primer inggris untuk pertama kalinya setelah terakhir kalinya juara pada musim 1989/1990 ini tidak ingin terus bertahan di Anfield markas Liverpool hingga dirinya pensiun.

Dikutip dari Goal.com, Jurgen Klopp memastikan hanya akan bertahan di Anfield sampai masa kontraknya habis hingga tahun 2024 mendatang. Setelah itu, dirinya berencana akan pulang kembali ke kampung halamannya.

Klopp juga menambahkan, ia membuka segala kemungkinan setelah tugasnya di Liverpool tuntas. Bisa saja ia menjabat peran baru di klub lain, atau bahkan menukangi timnas Jerman dan bisa juga rehat setahun. Akan tetapi untuk saat ini ia tak mau membuat rencana apa pun.

Tak Ada Wimbledon Tahun Ini – Tak terasa setahun sudah, salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah tenis tersaji pada final tunggal putra Wimbledon 2019 antara Roger Federer (Swiss) melawan Novak Djokovic (Serbia), di All England Club, London, Inggris.

Tak Ada Wimbledon Tahun Ini

Tak Ada Wimbledon Tahun Ini

Djokovic dengan kekuatan mental baja, menang melalui laga dramatis yang sangat menegangkan dengan skor, 7-6, 1-6, 7-6, 4-6, 13-12, dalam waktu 4 jam 58 menit. Final 2019 akan tercatat sebagai final terpanjang dalam sejarah Wimbledon.

Juara yang harus dipuji tinggi. Nole, sapaan Djokovic, melakukan sesuatu yang sulit dipercaya, ia menyelamatkan dua championship point di final dan memenangkan tiga tie break termasuk tie break 12-12 pertama tersebut, mengganti peraturan advantage set (perbedaan dua gim pada set penentuan) untuk menghemat waktu.

Nole juga mesti melawan dukungan penonton yang mayoritas memfavoritkan Federer, maka ketika poin terakhir ia dapat dia hanya kalem saja, berjalan dan melakukan ritual pribadi tiap kali juara Wimbledon: memakan rumput.

Kemenangan fantastis itu membuat Djokovic mempertahankan gelarnya yang sekaligus trofi kelimanya di All England Club. Memang masih kalah dengan rekor delapan kali juara Federer dan tujuh kali Pete Sampras, petenis legendaris Amerika Serikat.

Hari ini, sejatinya kita akan menyaksikan final Wimbledon lagi, namun karena wabah korona, Grand Slam lapangan rumput itu terpaksa dibatalkan. Wimbledon tak bisa dimundurkan seperti Rolland Garros, karena jenis lapangan rumput hanya bisa digunakan pada musim panas. Sebelumnya hanya perang dunia pertama dan kedua yang memaksa Wimbledon dibatalkan. Perancis, dan Amerika Serikat terbuka. Dari keempat itu, Wimbledon adalah turnamen tenis tertua sejagat, diselenggarakan sejak 1877. Semua petenis yang menjalani persaingan di arena professional, memimpikan bisa juara turnamen bergengsi ini.

Wimbledon Merupakan Salah Satu Dari Empat Seri Grand Slam Selain Australia

Tentu saja kita kehilangan turnamen prestius dan klasik yang memiliki banyak tradisi unik. Apa saja keunikan Wimbledon? Petenis yang bertanding wajib mengenakan apparel serba putih, lapangan rumput hijau, pesta taman menu es krim dan stoberi buah ikonik Wimbledon, kehadiran anggota kerajaan dan pesohor di Royal Box centre court, dan masih banyak agenda lain yang menarik turis pada Juni-Juli setiap tahun. Saya lupa persis kapan pertama kali menyimak seksama turnamen Wimbledon. Yang pasti awal 1990-an, barangkali terinspirasi mendengar kisah luar biasa petenis Jerman Boris Becker menjuarai Wimbledon 1985 saat berusia 17. Rekor juara termuda yang masih bertahan sampai saat ini.

Selain kemenangan Boris pada 1985 dan Djokovic 2019, masih banyak pertandingan besar yang dapat saya kenang dengan sangat baik. Sekadar menyebut, Pete Sampras mendominasi pada era 1990-an; Goran Ivanesivec akhirnya sukses pada 2001 saat berstatus pemain wild card; Roger Federer memenangkan lima kali beruntun (2003-2007); Rafael Nadal mematahkan dominasi Federer di final 2008 yang luar biasa; saya patah hati bersama Andy Roddick pada final 2009; air mata Andy Murray yang kalah di final 2012 dari Federer, dan setahun kemudian Andy Murray terharu saat memenangkan Wimbledon 2013, gelar yang ditunggu-tunggu publik Inggris Raya selama 77 tahun.

Di sektor putri, saya merindukan pengganti Yayuk Basuki, petenis terbaik Indonesia tersebut bisa bersaing di Wimbledon, puncak prestasi Yayuk adalah mencapai perempat final pada 1997, sebelumnya selalu kandas di babak keempat (16 besar). Yayuk tidak hanya mengharumkan negara Indonesia tapi juga bangsa Asia. Periode itu Yayuk bersama petenis Jepang Kimiko Date merupakan petenis andalan Asia. Mereka berkompetisi dengan ratu-ratu tenis Steffi Graff, Monica Seles, Gabriella Sabatini, Aranxa Sances Vicario dan sebagainya.

Sore ini di All England Club, London, tak ada pesta kebun, tak ada pertandingan final yang seru, tak ada drama podium trofi juara. Turnamen tahun depan akan sangat dinantikan dan kita akan lebih menghargainya.

Uang Koin Menentukan Kemenangan dalam Turnamen Daha Cup II – TURNAMEN bola mini dan bola dangdut Daha Cup II, Jumat sore 10 Juli 2020, kembali tersaji. Dimana pertandingan kali ini, mempertemukan kesebelasan Gang Ompu Pa dusun Tolo Rodi yang berhadapan dengan Pemuda Baper dusun Asi Peke. Kesebelasan Gang Ompu Pa mengenakan kostum orange Persija Jakarta, sedangkan tim Pemuda Baper memakai jersei warna hitam bergaris putih.

Uang Koin Menentukan Kemenangan dalam Turnamen Daha Cup II

Ketika memasuki lapangan, kedua kesebelasan berjalan memutar arah dengan menyusuri pinggir lapangan. Dengan membawa bendera merah putih sebagai lambang kesucian dan keberanian tim. Sebelum pertandingan benar-benar dilangsungkan, kedua kesebelasan melakukan sesi foto bersama tim dan ofisial. Kemudian setelah itu, wasit utama yang di pimpin oleh Erwin memberikan pengarahan kepada kedua kesebelasan.

Dengan harapan memahami segala hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pertandingan berlangsung. Menariknya pertandingan kali ini, kedua kesebelasan sama-sama memiliki pemain yang berpostur yang hampir sama. Baik tinggi badan, dan pola permainannya. Dimana, sepanjang pertandingan berlangsung, kedua kesebelasan mampu memberikan hiburan kepada penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan.

Dimana sepanjang laga, baik kesebelasan Gang Ompu Pa maupun Pemuda Baper menggunakan pola yang sama dalam permainannya. Karena dimana ada bola di situ di kejar bersama-sama, lalu ditendang kadang salah arah. Pemain kedua kesebelasan yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, masih sulit di arahkan ofisialnya.

Beberapa kali ofisialnya di pinggir lapangan berteriak untuk mengatur posisi pemainnya. Di babak pertama, kedua kesebelasan berjalan imbang dan tak ada yang bisa menceploskan si kulit bundar ke jala lawan. Namun, bukan berarti tanpa peluang, tapi karena pertahanan yang diperagakan kedua kesebelasan begitu disiplin, sehingga sebelum turun minum kedua tim sama-sama imbang.

Kedua Kesebelasan Kembali Memperagakan Permainan Yang Hampir Sama

Mengejar bola dengan cara dikerumuni, tanpa mengetahui posisinya masing-masing. Namun, sekali lagi, justru itu yang membuat para penonton tersenyum, tertawa terpingkal-pingkal. Ternyata kedua kesebelasan kembali sama-sama kuat di babak kedua, dan akhirnya kemenangan ditentukan lewat drama adu penalti. Naas bagi kesebelasan Pemuda Baper, karena semua penendang yang diberikan kepercayaan untuk menjadi algojo lewat drama adu penalti, semuanya gagal menuntaskan harapan tim.

Sedangkan bagi kesebelasan Gang Ompu Pa, ketiga pemainnya berhasil menceploskan si kulit bundar, dengan mengecoh penjaga gawang lawan. Kedudukan akhir, dewi fortuna memberikan kemenangan pada kesebelasan Gang Ompu Pa, dan mereka berhasil melangkah pada partai berikutnya. Kita akan tunggu sepak terjang kesebelasan Gang Ompu Pa di partai berikutnya. Mampukah mereka menumbangkan lawan-lawannya, sangat patut kita tunggu.

Beberapa saat kemudian kembali partai kedua tersaji di lapangan desa Daha, lewat bola Dangdut yang mempertemukan kesebelasan Kamori Ma Made dengan Mori Wali. Kedua kesebelasan turun dengan kekuatan penuh, karena terlihat pemain-pemain kedua kesebelasan di huni oleh pemain-pemain yang terbiasa mengikuti liga tarkam. Memasuki areal lapangan dengan di dampingi ofisialnya pak Ihwan, kesebelasan Mori Wali yang mengenakan kostum merah, begitu bersemangat menatap pertandingan kali ini.

Kembali, pertandingan kali ini masih di pimpin oleh Pak Wan, sebagai wasit utama, dengan di dampingi kedua asistennya yang bertugas di kiri kanan lapangan. Sebelum pertandingan benar-benar dilangsungkan, wasit utama memberikan arahan kepada kedua kesebelasan, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama tim dan ofisial. Di awal babak pertama, jual beli serangan tak terhindarkan.

Memasuki Areal Lapangan Dengan Di Dampingi Ofisialnya

Kesebelasan Kamori Ma Made beberapa kali membahayakan penjaga gawang Mori Wali, dengan metode penyerangan membongkar barisan pertahanan lawan lewat bagian tengah yang mengarah ke gawang. Para pemain Kamori Ma Made beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan, dengan umpan-umpan pendek tika taka ala Barcelona. Namun, disiplinnya barisan pertahanan kesebelasan Mori Wali, sehingga mampu mematahkan serangan para penyerang Kamori Ma Made.

Kesebelasan Mori Wali bukan tanpa perlawanan. Atas arahan Pak Ihwan selaku ofisial, kesebelasan Mori Wali mengandalkan pemain-pemainnya sayapnya. Serangan dibangun lewat umpan-umpan jauh di sisi sayap, dan ketika memasuki areal pertahanan lawan, para pemain sayap beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Kamori Ma Made.

Setelah semua pemain yang terdaftar menjadi penendang sudah melakukan tugasnya. Tapi kedudukan masih 1-1 untuk kedua kesebelasan. Sehingga kemudian dilanjutkan dengan tambahan dua pemain untuk menjadi penendang lagi. Namun, lagi-lagi tak ada satu pun pemain yang berhasil menceploskan si kulit bundar ke jala lawan, sehingga kemenangan di tentukan dengan melemparkan koin ke udara.

Setelah kesepakatan dengan ofisial kedua kesebelasan dan kepanitiaan, maka pelemparan koin pun dilakukan untuk menentukan kemenangan. Nampaknya lewat pelemparan koin, kemenangan akhirnya benar-benar berpihak kepada kesebelasan Mori Wali dan berhasil melaju ke babak berikutnya. Selamat kepada Mori Wali, dan kita sama-sama tunggu di pertandingan berikutnya.

Gracias Claudio Usai Pastikan Werder Bremen Bertahan di Bundesliga Claudio Pizarro Resmi Pensiun – Werder Bremen akhirnya memastikan bertahan di Bundesliga. Kepastian itu didapat setelah pada leg kedua promotion-relegation play-offs, Selasa (7/7) dini hari WIB, Werder Bremen bermain imbang melawan tuan rumah Heidenheim, 2-2. Bremen memastikan bertahan di Bundesliga berkat keunggulan agresivitas gol tandang.

Gracias Claudio Usai Pastikan Werder Bremen Bertahan di Bundesliga Claudio Pizarro Resmi Pensiun

Gracias Claudio Usai Pastikan Werder Bremen Bertahan di Bundesliga Claudio Pizarro Resmi Pensiun

Sebelumnya, mantan juara Bundesliga 2004 itu terancam degradasi ke kasta kedua setelah hanya menempati peringkat ke-16 klasemen Bundesliga. Untungnya, posisi 16 tidak langsung terdegradasi tapi akan menjalani laga play-offs melawan peringkat ke-3 2.Bundesliga 2019/2020 yaitu FC Heidenheim. Sayangnya, kesempatan leg pertama di kandang sendiri tak dimanfaatkan Bremen. Mereka ditahan imbang 0-0 oleh Heidenheim yang tengah mencoba untuk promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Namun, pada akhirnya usaha Heidenheim digagalkan Bremen yang berusaha menjaga rekor bertahan di Bundesliga sejak 1981. Pada leg kedua yang digelar di kandang Heidenheim, Voith Arena, Bremen bermain lebih baik. Laga baru berjalan 3 menit mereka sudah memimpin lewat gol bunuh diri bek Heidenheim, Norman Theuerkauf. Setelah gol itu, Heidenheim berbalik menguasai pertandingan. Namun mereka baru berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-85 lewat gol Tim Kleindienst. Heidenheim hanya butuh satu gol lagi untuk promosi ke Bundesliga musim depan.

Menariknya, drama justru terjadi di masa injury time. Menit ke-4 masa injury time, Bremen justru kembali unggul memanfaatkan kelengahan Heidenheim yang hampir semua pemainnya sedang berada di pertahanan Bremen. Ludwig Augustinsson dengan mudah membobol gawang tuan rumah dan membawa Bremen unggul 2-1.

Tapi drama belum usai. 4 menit berselang, tuan rumah mendapat hadiah penalti. Tim Kleindienst yang jadi algojo kembali berhasil menyamakan kedudukan, namun sayangnya waktu sudah habis. Setelah gol itu wasit meniup peluit dan Bremen pun berpesta setelah berhasil memastikan bertahan di Bundesliga. Dengan demikian, Fortuna Dusseldorf dan Paderborn yang resmi terdegradasi. Sementara dari kasta kedua, Arminia Bielefeld dan Vfb Stuttgart yang akan promosi.

Claudio Pizarro Resmi Pensiun Usai Bawa Werder Bremen Bertahan Di Bundesliga

Seusai laga, pemain, pelatih, dan official Bremen langsung tumpah ruah ke lapangan merayakan berhasilan mereka. Bremen bersuka cita setelah sukses menjaga rekor bertahan di Bundesliga sejak 1981. Ada suka, ada duka. Begitulah situasi Bremen. Walaupun tak jadi terdegradasi, Bremen juga harus melepas salah satu legenda klub mereka yang resmi gantung sepatu selepas laga tersebut. Adalah Claudio Pizarro, striker dan legenda Bremen yang resmi pensiun di usianya yang ke-41 tahun.

Setelah mengakhiri laga, para pemain Bremen dengan kompak mengangkat Pizarro ke udara untuk menghormati legenda mereka. Sayangnya, pelatih Bremen, Florian Kohfeldt tak memainkan Pizarro di laga terakhirnya. Bagi Pizarro sendiri, dirinya sedikit kecewa tak bermain di laga terakhirnya. Tapi baginya kepentingan tim lebih utama dan yang terpenting dirinya bisa terlibat dan menyaksikan secara langung keberhasilan timnya bertahan di Bundesliga.

Pria 41 tahun asal Peru itu tak Cuma legenda bagi Bremen saja, namun juga Bundesliga. Sejak berkarier profesional dari tahun 1996, Pizarro sudah menyebrang ke eropa di usianya yang ke-20 tahun. Di tahun 1999, Pizarro direkrut Werder Bremen dari Alianza Lima. Sejak saat itu, dirinya terhitung bermain di kompetisi Bundesliga selama 20 tahun atau 4 dekade (90an, 2000an, 2010an, 2020an). Sempat menyebrang ke Chelsea semusim (2007-2008), selama 20 tahun dirinya berpetualang di klub-klub Bundesliga; Werder Bremen, Bayern Munich, dan FC Koln.

17 trofi sudah pernah Pizarro rasakan selama berkarier di Bundesliga. 16 trofi ketika membela Bayern selama 2 periode dan 1 trofi dengan Bremen selama 4 periode. Ya, “Pizarrinha” adalah pemain yang membuat mantan klubnya sulit move on dengan bolak-balik merekrutnya.

Periode Keduanya Bersama Munich Terjadi Secepat Mungkin

Pizarro membela Munich selama 2 periode. Periode pertama dirinya berkostum Munich terjadi selama 6 musim, dari tahun 2001 hingga 2007. Ia mencatat 256 penampilan dan total mencetak 100 gol pada periode tersebut. Masing-masing 3 trofi Bundesliga dan DFB-Pokal berhasil ia persembahkan dan ia juga sempat menjadi topskor Munich di DFB-Pokal 2004/2005.

Musim membela Munich di periode keduanya, Pizarro mencatat 71 penampilan dan mencetak 25 gol. Di periode ini ia berhasil merasakan trofi Liga Champions ketika membawa Bayern Munich juara di musim. Walau terbilang sukses bersama Munich, namun Pizarro lebih lama mengabdi untuk Bremen yang bolak-balik merekrutnya selama 4 kali. Selama 4 periode membela Bremen (1999-2001, 2008-2012, 2015-2017, dan 2018-2020), Pizarro punya catatan yang luar biasa. Membela Bremen di 320 laga dan mencetak 152 gol.

Sayangnya selama 4 kali kesempatan membela Bremen, Pizarro hanya mempersembahkan 1 trofi, yaitu DFB-Pokal 2008/2009. Tapi disinilah ia mencatat berbagai rekor. 152 gol bagi Bremen di semua kompetisi dan 109 gol di Bundesliga membuat ia menjadi topskor Bremen sepanjang sejarah klub. Ketika membela Bremen di periode ketiganya, tepatnya pada musim 2015/2016 dirinya menjadi pemain tertua yang membuat hat-trick di Bundesliga.

Perpisahan Pizarro dengan Bremen dan Bundesliga memang tak lengkap karena ketidakhadiran fans di stadion. Pizarro layak mendapat apresiasi perpisahan yang megah, namun karena pandemi covid-19, semuanya hanya bisa mendoakannya dari luar lapangan hijau.

Selamat untuk Werder Bremen. Dan selamat pensiun Claudio Pizarro.

Bola Klasik Pesta Gli Azzuri di Jerman 2006 – Berlin, 9 Juli 2006, hari ini tepat 14 tahun yang lalu, tim Italia, sukses menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Perancis di pertandingan final yang diwarnai skandal Zinedine Zidane. Perjalanan Italia menjadi campeone del ondo penuh liku, drama, kontroversi, serta ketangguhan mental pemain anak-anak asuh Marcello Lippi, ditengah hantaman badai skandal calciopoli di dalam negeri.

Bola Klasik Pesta Gli Azzuri di Jerman 2006

Bola Klasik Pesta Gli Azzuri di Jerman 2006

Trofi Emas keempat Gli Azzuri tersebut salah satu momen terindah saya sebagai penggemar sepak bola, sebagai penggemar fanatik kompetisi Serie-A sejak lama. Piala Dunia 2006 merupakan turnamen yang banyak sekali momen yang masih saya ingat dengan baik. Salah satu yang terbaik yang pernah diselenggarakan. Piala Dunia edisi ke-18 tersebut kembali berlangsung di benua biru, tepatnya Jerman. Piala Dunia bagi Jerman, seperti wahana untuk memamerkan tingginya standar mereka dalam mengurus sebuah ajang yang menjadi pusat perhatian global.

Kultur sepak bola, stadion representatif, sistem transportasi rapih, akomodasi memadai, dan fasilitas lain, membuat semua orang yang datang ke Jerman berdecak kagum. Bos FIFA saat itu, Sepp Blatter, mengapresiasi tinggi kerja komite panitia yang dipimpin Sang Kaisar, Franz Beckenbauer, legenda hidup.

Italia tergabung dalam grup keras, mengawali turnamen dengan susah payah menekuk Ghana. Sempat ditahan imbang Amerika Serikar, 1-1, lewat permainan keras cenderung brutal. Baru di pertandingan ketiga, Italia memastikan lolos ke fase knock-out, setelah unggul 2-0 atas Ceko, yang dimotori Pavel Nedved. Itu laga perpisahan emosional bagi Nedved di persaingan sepak bola yang karirnya begitu panjang di Serie-A. Ia menangis haru dengan empati dari rekan, rival, dan penonton yang memadati Stadion Volkspark Hamburg.

Italia Sangat Sulit Dihentikan Di Perdelapan final

Seperti yang sudah-sudah, jika lolos ke sistem gugur, Italia sangat sulit dihentikan. Di perdelapan final, Italia menang kontroversial lewat gol penalti di injury time, akibat aksi pura-pura jatuh bek Fabio Grosso yang merangsek ke kotak penalti Australia. Francesco Totti tak menyiakan kesempatan emas pada menit ke-94.

Socceros Australia dan pendukungnya marah besar dan mengecam wasit Luis Medina Cantalejo asal Spanyol, mengutuk drama Grosso, dan memprotes FIFA. Hal semacam ini bukan pertama kali terjadi, dan Australia mungkin belum siap menerima, bahwa apa saja bisa terjadi dalam event Piala Dunia.

Di perempat final, Gli Azzuri sedikit mulus dengan unggul telak, 3-0, atas tim kejutan Ukraina. Selanjutnya mereka sudah ditunggu Jerman, tuan rumah. Kali ini Jerman sangat difavoritkan menghentikan laju Italia. Kemenangan atas Argentina di perempat final, membuat skuad Jurgen Klinsmann berada pada puncak kepercayaan tinggi. Die Mannschaft diyakini segera terbang ke Berlin, menuntaskan misi di final akbar.

Pirlo dan Grosso Namun Jerman dan pendukungnya sedikit lupa data sejarah tak memihak Jerman. Panser tak pernah bisa menggilas Azzuri di ajang Piala Dunia. Laga yang berlangsung di Westfalen Stadium, Dortmund inilah pertandingan terbaik di Piala Dunia kali ini. Berlangsung dengan tempo tinggi, ketat, dan sangat mendebarkan. Meski menguasai lapangan dengan serangkaian kans, Jerman tak bisa membobol gawang Gianluigi Buffon di waktu normal. Italia pun belum berhasil meski juga sesekali mengancam lini belakang Jerman. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan, dan sepertinya harus diitentukan melalui adu penalti.

Italia Mendapat Sepak Pojok Setelah Sepakan Jarak Jauh Andrea Pirl

Nyatanya tidak. Italia mendapat sepak pojok setelah sepakan jarak jauh Andrea Pirlo dihalau kiper Jens Lehmann. Alesandro del Piero mengambil dan menendangkan bola ke tengah kotak penalti yang dikeremuni banyak pemain kedua tim. Arne Friedrich menghalau bola penjuru dengan sundulan. Bola jatuh di kaki Andrea Pirlo, yang dengan tenang mengontrolnya. Dugaan saya Pirlo akan menendang langsung dari luar kotak. Pada saat itulah intuisi deep playmaker ini berperan krusial yang mengubah hasil laga besar.

Dalam sekejap dan tak terduga, Pirlo ternyata mengumpan pelan kepada Grosso, yang entah dari mana sudah berada di sisi kiri tak terkawal pertahanan Jerman. Assist Pirlo itu dilepas dengan sangat gaya, tanpa melihat Grosso, seperti gerak khas asis pebasket Magic Johnson. Ketika bola tersodor kepadanya, posisi Grosso setengah memunggungi gawang, tanpa kontrol, sepakan kiri Grosso melaju dengan melengkung dan menghujam telak di pojok kanan atas gawang. Kiper Jens Lehmann, sudah membuang badan mencoba memblok, namun tak kuasa menggapai bola. Gol, 1-0, di menit 118 !!!

Jerman masih berusaha menyamakan di waktu yang sangat sempit. Sempat ada satu peluang melalui umpan tarik ke area gawang Buffon, namun berhasil dicegah keluar kapten Fabio Cannavaro, yang bermain tanpa kesalahan sepanjang turnamen. Haluan Canna itu merupakan peluang terakhir Jerman, sekaligus awal serangan balik Italia yang berbuah gol kedua oleh Del Piero, tepat di menit 120. Skor hasil 0-2.

Dianggap Permalukan Griezmann Pelatih Barcelona Quique Setien Saya. Tidak Akan Minta Maaf – Memainkan Griezmann pada menit ke-91 saat melawan Atletico Madrid. Setien mengaku paham apabila sang pemain merasa diperlakukan buruk. Pelatih Barcelona Quique Setien tidak merasa mempermalukan. Antoine Greizmann dengan memasangnya pada menit injury time babak kedua saat melawan Atletico Madrid dini hari tadi.

Dianggap Permalukan Griezmann Pelatih Barcelona Quique Setien Saya Tidak Akan Minta Maaf

Dianggap Permalukan Griezmann Pelatih Barcelona Quique Setien Saya Tidak Akan Minta Maaf

Seperti diketahui, pertandingan melawan Rojiblancos menjadi laga spesial bagi Griezmann yang pernah menjadi pemain mereka selama lima musim. Tetapi ia baru masuk saat laga menginjak menit ke-91. Saya melihat dia baik-baik saja. Tetapi ini perlu untuk diputuskan, mungkin tidak logis untuk memasukkan dia, tetapi lebih buruk lagi jika tidak melakukannya,” ujar Setien.

Saya tidak melakukan itu lebih awal karena mereka yang di lapangan bermain dengan baik, Riqui Puig, Lionel Messi dan Luis Suarez. Mencari tempat tidak mudah tanpa membuat tim kurang stabil. Saya tidak sepenuhnya setuju (bahwa ini mempermalukan). Memasukkan dia dengan waktu yang sangat sedikit berat bagi pemain dengan levelnya. Saya akan berbicara dengan dia besok. Saya tidak akan minta maaf, tetapi saya sepenuhnya mengerti jika dia merasa tidak nyaman.

Pertandingan yang digelar di Camp Nou tersebut berakhir dengan skor imbang

Pertandingan yang digelar di Camp Nou tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 dengan gol bunuh diri Diego Costa dan penalti Messi berhasil dibalas melalui brace Saul dari titik putih. Sungguh disayangkan, sekarang kami dalam situasi yang jauh lebih rumit. Kami menjauh dari gelar juara tetapi kami harus tetap bekerja keras. Atletico Madrid adalah tim yang bagus,” pungkas Setien.

Hasil tersebut membuat Blaugrana gagal kembali memuncaki klasemen sementara La Liga Spanyol dan jika Real Madrid menang di pekan ini, maka Messi dan kawan-kawan bakal terpaut empat poin dari rival abadi mereka tersebut. Barca mengeluarkan mahar mencapai €120 juta demi bisa mengakuisisi Griezmann ke Camp Nou musim panas lalu setelah saga transfer yang berjalan cukup panjang. Dia diikat oleh kubu Camp Nou dengan kontrak lima musim.

Pemain juara Piala Dunia 2018 itu berada di antara para pencetak gol terbanyak dari musim ke musim La Liga saat dia memperkuat Atletico. Tapi ketika di Catalonia, dia tidak bisa mencapai standar yang sama ketika dia berada di klub ibu kota.

Griezmann hanya mencetak delapan gol dalam 31 penampilan pertamanya di La Liga bagi Barca, yang meminta sang pemain untuk beradaptasi dengan peran yang bukan posisi natural dengan menempati sisi kiri dari trisula penyerangan tim bersama Luis Suarez dan Lionel Messi.